Barang Dagangan Meluber ke Badan Jalan

Barang Dagangan Meluber ke Badan Jalan

  Jumat, 6 January 2017 09:00
RAZIA: Satpol PP Kapuas Hulu saat melakukan razia kepada pedagang musiman yang merambah badan jalan, kemarin. Mustaan/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Musim Buah, Pol PP Putussibau Rutin Tertibkan PKL 

Silakan berjualan. Tak ada larangan. Namun, jika mengganggu, tentu akan ditindak karena merepotkan pengendara. Saat musim buah seperti sekarang, diakui pedagang musiman dengan mudah menaruh dagangan di pinggir jalan. Sayang, seringnya, dagangan tersebut meluber hingga memakan badan jalan.

SEBELUM ada keluhan, satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kabupaten Kapuas Hulu pun bertindak. Untuk menjaga kerapian dan ketertiban di kawasan pasar dan trotoar jalan, rutin menggelar patroli.

Hanya saja, dalam melakukan penertiban non yustisial ini, Pol PP lebih mengedepankan pendekatan persuasif berupa teguran beberapa kali sesuai ketentuan. Jika tetap melanggar, barulah diambil tindakan penertiban.

Kepala Sat Pol PP Kapuas Hulu, Abang Sudarmo mengatakan, Sat Pol PP merupakan instansi yang bertugas menegakan Perda (Peraturan Daerah) Pol PP memiliki peranan penting bagi pemerintahan. Tugas Sat Pol PP mencakup banyak hal. Selain membantu menegakkan Perda, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, Pol PP juga melakukan penertiban non yustisia ini.

Dijelaskan Sudarmo, penertiban non yustisia ini berupa penindakan kepada warga, aparatur, atau badan hukum yang melanggar Perda, mengganggu ketertiban umum, penyidikan hingga tindakan administratif.

Dengan tugas dan wewenang seperti itu, kata dia, terkadang dalam realitanya potensi berbenturan rawan terjadi. Tetapi, Sat Pol PP harus lebih sabar dan toleransi kepada masyarakatnya.

“Sebelum mengambil tindakan, kami berupaya pendekatan persuasif berupa teguran lisan. Jika tetap melanggar, barulah penertiban dilakukan,” katanya.

Seperti penertiban pedagang Pasar Putussibau, tidak jarang pihaknya mendapat komplain dari sejumlah pedagang pasar. Karena tugas, pihaknya harus menegur dan tertibkan pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan menggangu arus lalulintas.

Terutama yang berjualan disepanjang jalan Diponegoro, maka pihaknya harus memberi teguran, terutama untuk pedagang musiman yang menghamparkan barang dagangan hampir memakan badan jalan.

“Kadang mereka tidak terima, tapi kami menjalankan tugas pemerintah. Alhamdulilah setelahdiberikan pemahaman,sekarang mulai tertib,karena ini untuk kepentingan bersama,” kata dia.

Sudarmo mengaku paham betul dengan kondisi masyarakat yang berjualan untuk mencari nafkah. Namun perlu disadari bahwa dalam berjualan, pedagang juga mesti memperhatikan kepentingan umum.

“Karena itu untuk kenyamanan bersama, menghindari mereka (pedagang) dari bahaya juga. Kan adalokasi yang sudah disediakan Pemda untuk berjualan, seperti Kopas komplek pasar,” ucapnya.

Oleh karena itu, setiap pagi, ada saja anggota Pol PP memonitor perkembangan ketertiban pedagang yang berjualan disepanjang jalan. Namun kata Sudarmo, pihaknya bersama instansi terkait lainnya diawal tahun ini rencananya melanjutkan penertiban di lokasi pasar, mengingat masih ada pedagang yang munculberjualan ditepi jalan Diponegoro.

“Penertiban pasat itu kewenangan besama,” tutur dia.

Kemudian kata dia pihaknya sudah mengadakan rapat bersama instansi lainnya tentang penataan proses bongkar muat barang.

“Kalau seperti pedagang yang berjualan di gang Swadaya komplek pasar pagi sudah ditertibkan. Kami juga sudah rapat bersama Sekda, Dinas Cipta Karya. Kami akan menertibkan kanopi bangunan. Prinsipnya, kalau belum genah, ya kami digenahkan,” terangnya. 

Berita Terkait