Baper dengan Chemistry Tokoh Utama

Baper dengan Chemistry Tokoh Utama

  Kamis, 11 February 2016 08:44

Berita Terkait

FILM beromansa cinta memang paling digemari masyarakat Indonesia, khususnya remaja. Maraknya drama romantis nggak membuat rumah produksi Screenplay Films goyah memproduksi fim bernuansa drama romantis. Berbekal pada pengalaman sebelumnya yaitu kesuksesan film “Magic Hour” yang mampu meraup 800 ribu penonton lebih, Screenplay Films mencoba kemungkinan kedua dengan mengandalkan kedua peran utama dalam “Magic Hour” yaitu Dimas Anggara dan Michelle Ziudith dalam film “London Love Story”. Tidak dapat dipungkiri pesona dan chemistry pasangan itu dapat mencuri dan membius perhatian, begitu pula bagi Angelica Putri Nur Prista. By: Diera Grandistasya

Cewek tinggi semampai ini mengaku cukup terkesan dengan akting keduanya, bahkan ketika ditanya alasan mengapa memilih “London Love Story”, mahasiswi Fakultas Ekonomi Untan ini dengan lantang menjawab karena tokoh utamanya Dimas Anggara dan Michelle Ziudith. Selain itu doi juga penasaran dengan alur cerita yang ditawarkan karena promosi film yang dirilis tanggal 4 Februari 2016 ini memang tidak tanggung-tanggung. Apalagi latar ibukota Inggris, London, yang menambah suasana romantis dalam film tersebut.

Kisah dalam film “London Love Story” berpusat pada empat remaja Indonesia yang berada di London, yang masing-masing diperankan oleh Dimas Anggara sebagai Dave, Michelle Ziudith sebagai Caramel, Dion Wiyoko sebagai Bima, dan Adila Fitri sebagai Adelle. Caramel adalah seorang mahasiswa yang optimis dan pekerja keras, ia memilih London sebagai tempat untuk melarikan diri dari masa lalunya untuk memulai kisah baru disana. Bima dikenal sebagai cowok yang tak gentar mengejar cinta Caramel, tapi Caramel bersifat dingin dan menggantungkan Bima begitu saja. Sifat Caramel yang dingin ini ada kaitannya dengan kehidupan masa lalunya. Di sisi yang berbeda di kota London, Dave tidak sengaja bertemu dengan seorang cewek yang berusaha bunuh diri yaitu Adelle. Tindakan heroic Dave ini membuat Adelle jatuh cinta pada Dave.

Alur yang ditawarkan dalam film ini memang sedikit rumit namun sutradara Asep Kusdinar mampu mengemas film ini sedemikian rupa hingga dapat dimengerti penontonnya. “Sebenarnya ceritanya agak rumit sih, soalnya konflik yang ada dalam film cukup bikin otak berpikir keras tapi karena pemainnya punya akting yang TOP BGT dan chemistry si Dimas sama Michelle yang ‘dapat banget’ jadi buat film ini menarik,” ujar Angelica.

Dalam setiap film pasti deh ada hikmah atau pesan moral yang bisa dipetik, begitu juga dalam film ini. Menurut Angelica, dalam mengambil sebuah keputusan jangan gegabah dan mengambil kesimpulan sendiri. Jika ingin menyimpulkan sesuatu ada baiknya melihat dari berbagai sisi. Kalo dikaitkan dengan cerita dalam film, tokoh Caramel yang menyimpulkan sesuatu dan ternyata kesimpulannya selama ini salah. Padahal mungkin kalau dia tidak asal menyimpulkan, hidupnya tidak akan dibayangi dengan masa lalunya. Duh, para baper mania jangan jadi galau ya! Ngomongin masa lalu emang agak sensitif nih.

Ketika ditanya mengenai adegan favorit dalam film, gadis kelahiran 30 Agustus ini menjawab, “Aku suka banget semua bagian Dimas dan Michelle dalam satu frame, apalagi pas mereka lagi bertengkar dan si Caramel nampar Dave. Itu dapat banget ‘feel’ nya!” cuap Angelica. Nah, bagi sobat X yang penasaran dengan alur dan akting dari setiap tokoh dalam “London Love Story” yang katanya keren binggow, belum terlambat kok nonton di bioskop kesayangan kita! Catatan aja sih ya, yang baper akut sebaiknya siapin tisu dan bawa temen. Jangan nonton sendiri! Karena tim X yakin bakal banyak pasangan yang nonton disana, namanya juga film romantis. Selamat menonton!**

Berita Terkait