Banyak ASN Mangkir

Banyak ASN Mangkir

  Selasa, 12 July 2016 09:30
SIDAK: Wakil Bupati Antonius L Ain Pamero dan Kepala BKD Sarbani beserta staf melakukan sidak ke sejumlah SKPD, melihat absen PNS hari pertama masuk kerja pascacuti bersama. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Hari pertama masuk kantor pascalibur dan cuti bersama dalam rangka perayaan Idulfitri 1437 H, ditemukan banyak pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu yang tidak masuk kerja. Fakta tersebut ditemukan wakil Bupati (Wabup) Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero, saat melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor SKPD, Senin (11/7) pagi.

Dalam sidak tersebut Wabup didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kapuas Hulu Sarbani beserta stafnya. Wabup ingin memastikan kehadiran seluruh aparatur sipil negara (ASN) masuk kantor setelah cuti lebaran, sebagaimana surat edaran Sekda.

Adapun SKPD yang dikunjungi Wabup adalah Bappeda, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Inspektorat, Dinas Perikanan, serta Dinas Perkebunan dan Kehutanan.

“Disiplin ASN masih rendah. Setelah diberikan waktu cuti cukup lama oleh pemerintah, masih banyak oknum PNS menambah waktu cutinya. Bahkan ada pimpinan SKPD yang tidak masuk kerja,” terang Anton, sapaan karib Wabup. Walaupun demikian, dia juga tak memungkiri jika masih ada SKPD yang taat dengan aturan, di mana semua aparatur masuk kerja sesuai absen. Namun, dia juga menyayangkan lantaran masih ada yang sebagian besar belum masuk.

Anton mengaku kecewa atas ulah ASN yang melalaikan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. Karena, diingatkan dia bahwa pemerintah telah memberi perhatian lebih terhadap seluruh ASN, melalui berbagai tunjangan yang diterima. “Saya sangat kecewa, pemerintah telah memberikan perhatian penuh. Gaji 13 – 14 dikasih, liburan lebih satu minggu, masih juga nambah libur,” ungkap dia.

ASN yang demikian tersebut, dianggap dia sebagai orang yang mentalitasnya kurang baik dan masih berfikir untuk pribadinya sendiri. Padahal sebagai aparatur pemerintah, menurut dia, mereka harus memandang dirinya sebagai ASN yang mesti memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat. Dia berharap adanya tindakan tegas, terutama dari pimpinan SKPD selaku pengambil kebijakan. Karena, tegas Anton lagi, dalam undang-undang sudah diatur sanksi tegas buat mereka yang lalai dalam melaksanakan tugasnya. Menurut dia, tinggal bagaimana menerapkan aturan tersebut. “Karena pemerintah punya aturan tersendiri, kalau teguran itu pasti ada. Kami tidak boleh lalai, kecuali ada urusan penting atas persetujuan pimpinan,” tegasnya.

Wabup meminta, hasil sidak dijadikan bahan evaluasi ke depan, terutama penerapan sanksi dan disiplin untuk ASN. “Sanksi pasti, karena kalau tidak disanksi, hanya omongan saja, tidak bermanfaat. Ini akan kami evaluasi,” tegas Wabup.

SKPD yang pertama dikunjungi Wabup yaitu Bappeda. Di sana mantan anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu tersebut melihat minim ASN yang masuk kantor. Bahkan, dia juga menyayangkan Kepala Bappeda pun sedang tidak di tempat.

Sementara di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Wabup dan rombongan diterima oleh kepala dinasnya, Nusantara Gawat, beserta staf. Kemudian dia mendatangi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Di sana Anton diterima sejumlah kepala bidang dan staf.

Sementara di Inspektorat, Wabup diterima inspekturnya, Syafaruddin. Sementara di Dinas Perikanan, dia diterima kepala dinasnya, Roni Januardi. Di Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Wabup disambut sejumlah kepala bidang, kepala seksi, dan staf.(aan)

Berita Terkait