Bantuan Pengungsi Rohingya Tiba Malam Ini

Bantuan Pengungsi Rohingya Tiba Malam Ini

  Kamis, 14 September 2017 09:35
BANTUAN ROHINGYA: Presiden Jokowi melepas keberangkatan bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk pengungsi Rohingya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (13/9).RAKA DENY/JAWAPOS

Berita Terkait

Presiden Lepas Empat Hercules di Halim

JAKARTA – Ada beras, makanan siap saji, dan tangki air. Juga tenda serta family kit. Total mencapai 34 ton. 

Itulah bantuan kemanusiaan yang dikirim Indonesia ke kantong-kantong pengungsi Rohingya di perbatasan Myanmar-Bangladesh kemarin (13/9). Ratusan karung bantuan tersebut dimasukkan ke empat pesawat Hercules yang diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Dan itu bukan yang terakhir. ”Insya Allah minggu depan akan diberangkatkan lagi yang tahap kedua, ketiga, dan seterusnya,” terang Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah meninjau bantuan yang bakal diterbangkan.

Berdasar informasi, termasuk yang dikirim kemarin, keseluruhan bantuan seberat 90 ton. Bantuan tersebut diperkirakan bisa diterbangkan dalam empat sortie.

Penggunaan Hercules, jelas presiden, semata-mata dipilih karena alasan efektivitas. Pengiriman bantuan dengan menggunakan pesawat jauh lebih cepat. Bantuan sebelumnya dikirim dengan kontainer via Pelabuhan Tanjung Priok. ”Pengalaman yang lalu, memakai kontainer memakan waktu lama. Padahal, bantuan ini dibutuhkan secepatnya,” tutur mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi mengapresiasi pemerintah Bangladesh maupun Myanmar yang telah membuka akses sehingga Indonesia bisa mengirim bantuan kemanusiaan. Dia juga mengapresiasi solidaritas masyarakat Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan tersebut. 

Skenarionya, keempat Hercules transit di Banda Aceh. Setelah itu pagi ini baru melanjutkan perjalanan menuju Bangladesh. Bantuan tersebut akan diturunkan di Bandara Hazrat Shah Amanat International Airport Chittagong. Kemudian dibawa melalui jalur darat sejauh 170 km menuju Cox’s Bazar di kawasan perbatasan Bangladesh dan Myanmar.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, bantuan tersebut dikirim dalam situasi yang tidak normal. Sembari menunggu bantuan tiba, tim advance Kemenlu di Bangladesh menyiapkan asesmen lapangan dan mengurus perizinan-perizinan yang diperlukan. 

Bantuan kemanusiaan itu merupakan kolaborasi pemerintah dengan masyarakat Indonesia. Pemerintah akan menampung dan menyalurkan seluruh bantuan dari masyarakat kepada para pengungsi Rohingya yang terusir dari kampung halaman akibat konflik dengan militer Myanmar yang meletus lagi 25 Agustus lalu. ”Artinya, kita keluar dengan satu nama, Indonesia,” katanya. 

Mengenai jadwal kedatangan di Bangladesh, Retno tidak berani memastikan. Dia hanya memprediksi paling cepat bantuan sampai ke Cox’s Bazar sore ini atau selambatnya besok (15/9). ”Semuanya bergantung situasi di lapangan. Karena kondisinya tidak normal,” lanjut diplomat 54 tahun tersebut. 

Sementara itu, pengiriman bantuan kemanusiaan ke Myanmar untuk sementara ditunda dulu. Retno beralasan, pihaknya menunggu list kebutuhan yang diajukan pemerintah Myanmar. Dengan begitu, bantuan yang disalurkan memang barang-barang yang diperlukan para pengungsi. (byu/c9/ttg)

 

Berita Terkait