Bantu Percepat Pembangunan

Bantu Percepat Pembangunan

  Jumat, 8 April 2016 09:28
Cornelis

Berita Terkait

PRESIDEN Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis menyatakan organisasi yang dipimpinnya itu membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan, khususnya bagi masyarakat adat Dayak di Kalimantan. 

“Itu tujuan utamanya, sehingga informasi pembangunan bisa cepat sampai kepada masyarakat,” ujar Cornelis seusai pelantikan pengurus MADN di Rumah Radakng, Kamis (7/4). 

Gubernur Kalimantan Barat ini mencontohkan kasus rabies yang ada di Kalbar. Untuk menanganinya memerlukan pendekatan yang tepat kepada masyarakat. Kasus gigitan anjing ini terjadi pada beberapa desa masyarakat dayak. Selama ini mereka menganggap anjing sebagai teman berburu dan lainnya. 

“Jika pendekatan tak tepat dan tak dapat memberi penjelasan yang betul, mereka bisa tersinggung. Akhirnya program pemerintah untuk pemberantasan rabies agak sulit,” kata Cornelis.

Ia berharap dengan adanya Dewan Adat Dayak kabupaten hingga tingkat desa, serta MADN bisa membangun komunikasi dan memberikan penjelasan kepada masyarakat Dayak mengenai kebijakan pemerintah. Begitu pula pada sektor lainnya, seperti bidang pertanian, tanaman pangan, dan perkebunan, serta pemerintahan, hukum, dan ekonomi. Dengan mendapatkan penjelasan, bisa menikmati manfaat dari investasi yang masuk ke daerah mereka. 

“Bagaimana mereka dapat berkoperasi, mendapatkan usaha kecil menengah. Mereka bisa memanfaatkan itu. Kalau tak dijelaskan, program pemerintah tak sampai ke sana,” ungkap Cornelis.

Cornelis menuturkan saat ini narkoba dan teroris menjadi ancaman dunia. Organisasi MADN harus memberi pemahaman dan penjelasan kepada masyarakat khususnya suku Dayak agar tak terlibat. Mereka harus dapat membentengi diri dan dimulai dari tingkat keluarga. 

Cornelis juga menegaskan agar organisasi kemasyarakatan tersebut tak digunakan untuk kepentingan politik terutama dalam pemilihan kepala daerah. “Ini lembaga sosial kemasyarakatan. Ada bermacam-macam agama maupun partai politik,” jelas Cornelis. (uni)

Berita Terkait