Bantu Listrik Buat Warga di Kawasan Hutan

Bantu Listrik Buat Warga di Kawasan Hutan

  Selasa, 5 April 2016 09:15
CINDERA MATA : Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir menyerahkan cindera mata kepada perwakilan negera Jerman pada acara ramah tamah yang dilakukan akhir pekan lalu. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Jerman ternyata memberikan perhatian yang intens kepada Kabupaten Kapuas Hulu yang berubah menjadi kabupaten konservasi. Bahkan, baru-baru ini ditandatangani kerjasama dengan pemerintahan jerman terkait masalah konservasi. Mustaan, Kapuas Hulu

DARI perjanjian tersebut masyarakat diminta untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat merusak hutan dan tetap menjaga kelestarian kawasan hutan.

Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir meminta kepada pemerintah Jerman agar memberikan bantuan listrik kepada masyarakat yang berada di kawasan hutan konservasi. Karena selama ini permasalahan yang ada di masyarakat, khususnya yang berada desa terpencil karena belum adanya listrik. Dan energy listrik sangat penting bagi masyarakat, agar masyarakat tidak terisolir dan tidak tertinggal informasi.

 “Listrik itu kebutuhan dan masyarakat sudah sangat berharap ada listrik di desa mereka. Karenanya saya minta kepada pemerintah jerman agar membantu listrik," katanya saat memberikan sambutan dalam kegiatan ramah tamah dengan delegasi kementrian kerjasama ekonomi dan pembangunan Republik Federal Jerman dan Bupati Kapuas Hulu di rumah Bupati Kapuas Hulu Sabtu (2/03) malam.

Dikatakannya, penerangan (listrik) sangat dibutuhkan oleh masyarakat kapuas hulu, sehingga terkait masalah listrik harus menjadi perhatian serius pemerintah Jerman. "Meskipun program bantuan lain yang diberikan sudah berjalan, namun masalah listrik ini juga harus serius kita perhatikan," tuturnya. Bupati berterimakasih atas kunjungan rombongan dari federal jerman ke kabupaten Kapuas Hulu ini.

Sebagian daerah masih terpencil. Sehingga tanpa harus dijelaskan mereka mengerti persoalan yang dihadapi masyarakat dan apa yang menjadi keinginan masyarakat. Selain itu, bupati juga meminta, agar pemerintah pusat juga dapat mencarikan solusi mengingat Pemda kapuas hulu kesulitan untuk membangun infrastruktur jalan terutamanya pada kawasan yang sudah berstatus kawasan lindung.

"Jalan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sementara kami pun tidak berani membangun jalan dikarenakan takut berbenturan regulasi. Kami minta pemerintah serius memperhatikan masalah ini," katanya. Bupati juga, meminta pemerintah pusat pertimbangkan kembali Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, kewenangan tentang perkebunan, dan kehutanan serta pertambangan ditarik ke Pusat.

Staf ahli kementrian kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Republik Federal Jerman Thierry Kuhn mengatakan, telah lakukan perjalanan disebagian daerah di Kapuas Hulu, mereka terkesan dengan masyarakat yang ramah serta kondisi hutannya yang sangat bagus. "Kami kelapangan menyaksikan budaya dayak dan kegiatan wana tani forest, dan kami merasa sangat senang melihatnya," katanya.

Ditambahkan, pihaknnya juga melakukan diskusi pada pengelola taman nasional bersama muspika setempat. Sebab dengan pemanfaatan hutan secara lestari memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Tujuan tersebut dapat tercapai jika kegiatan yang sudah di rancang dapat dilaksanakan secara bersama-sama masyarakat dan pemerintah setempat, sehingga program ini bisa lancar.(*)

Berita Terkait