Banten Jadikan Seba Baduy Atraksi Wisata Budaya Unggulan

Banten Jadikan Seba Baduy Atraksi Wisata Budaya Unggulan

  Rabu, 11 May 2016 15:42
Masyarakat Baduy

Berita Terkait

Masyarakat Baduy, dalam dan luar, akan menggelar tradisi tahunan Seba Badui 13-15 Mei 2016, dengan berjalan sejauh 115 kilometer dari permukiman mereka pendopo gubernur untuk memberi persembahan.

Seba Baduy kali ini akan dipusatkan di alun-alun barat Serang, ibu kota Propinsi Banten. Di sini, 1.839 masyarakat Baduy Luar dan Dalam untuk menghadap bapak gede -- sebutan masyarakat Badui untuk orang nomor satu di Propinsi Banten.

Sebelum mendatangi bakap gede, masyarakat Baduy akan mendatangi kantor Bupati Lebak. Mereka akan menyerahkan berbagai komoditi pertanian.

"Itu bukan upeti, tapi pemberian yang tulus kepada pemimpin," kata Opar Sochari, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banten. 

Ritual tahunan ini, masih menurut Opar, telah menjadi obyek wisata Banten yang dikenal banyak negara. Itulah yang membuat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberi dukungan penuh kepada Propinsi Banten untuk mengemas event ini menjadi menarik.

"Menpar Arief Yahya sering menyebut portofolio produk pariwisata Wonderful Indonesia itu ada tiga; Alam 35 persen, budaya
 60 persen, dan buatan manusia 5 persen," kata Opar.

Seba Baduy, masih menurut Opar, ada di kolom budaya 60 persen. Event ini kental dengan budaya Baduy.

Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, mengatakan; "Kita bisa menyaksikan yang mana Baduy Luar dan Dalam. Masyarakat Baduy Luar berpakaian serba putih. Baduy dalam serba hitam."

Opar mengatakan masyarakat Baduy akan berjalan dari permukiman mereka selama 12 jam. Mereka tidak akan berhenti sebelum sampai, kendati hujan dan panas.

"Mereka yang ikut Seba Baduy adalah laki-laki, karena perempuan dilarang ke luar kampung," kata Opar. 

Saat ini, masyarakat Baduy menghuni tiga kampung; Cibeo, Cikeusik, dan Cikawartana.

Berita Terkait