Bantah Terminal Terbengkalai

Bantah Terminal Terbengkalai

  Rabu, 11 November 2015 08:31
KOSONG: Beberapa troli terparkir di depan Police Corner terminal antar negara Ambawang kemarin. Meski telah disediakan tempat, namun petugas polisi jarang terlihat di area terminal. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat, Anthony Runtu membantah Terminal Tipe A Sungai Ambawang terbengkalai. Aktivitas di terminal tersebut berjalan dengan baik dan didominasi angkutan dari luar negeri."Tidak benar terminal itu terbengkalai. Tetap ada aktivitas di sana," ujar Anthony di Pontianak, Selasa (10/11).Anthony menuturkan pihaknya sudah mengirimkan surat edaran kepada pihak perusahaan pemilik bus berkenaan dengan pengoperasian Terminal Sungai Ambawang. Semua bus harus masuk dan keluar dari terminal tersebut.  

"Kami juga sudah menyosialisasikannya. Kemarin, Senin (9/11), kami bertemu dengan Organda maupun pihak perusahaan," ungkap Anthony.Anthony mengungkapkan ada kendala yang dihadapi dalam pengoperasian Terminal Sungai Ambawang. Di sana tidak ada sarana transportasi dari terminal menuju Kota Pontianak. Hal ini menjadi alasan bus untuk tidak menurunkan penumpang di terminal. "Saya sudah berbicara dengan Damri. Damri sudah ada rute dari terminal tersebut," ujar Anthony. Rute Damri yakni Terminal Ambawang menuju Kota Baru, Jeruju, dan ada yang menuju Sungai Raya Dalam (hingga Perumahan Korpri). Saat ini Dishubkominfo Provinsi sedang membahas jalur baru dari Terminal Ambawang  menuju Kota Pontianak dengan angkutan kota.

"Kami sedang membahas modelnya seperti apa. Kami juga berharap kendaraan untuk angkutan kota itu adalah kendaraan yang layak pakai dan kondisinya bagus. Hal-hal seperti ini akan kami kaji," kata Anthony. Anthony menjelaskan saat ini kondisi Terminal Sungai Ambawang jauh lebih baik dari sebelumnya. Rumput tertata dengan baik. Berdasarkan undang-undang yang ada, kewenangan atas Terminal Sungai Ambawang berada pada Kementerian Perhubungan. Paling lambat diserahkan akhir 2016. Kendati demikian, Anthony tetap akan memperjuangkan angkutan menuju Kota Pontianak.

"Saat ini aset pemerintah itu tetap kami jaga karena memang harus ditata. Dalam serah terima operasional, salah satu klausulnya adalah perawatan ditangani pemprov. Jadi kami rawat," ungkap Anthony. Anthony menuturkan di Terminal Sungai Ambawang terdapat pos polisi. Pos tersebut tidak kosong, melainkan ada polisi yang bertugas di sana. Keberadaan petugas tersebut untuk mengantasipasi tindak kejahatan di sana.“Terminal itu luas. Polisi tidak diam saja di pos, melainkan patroli di area terminal. Petugas kami juga ada," tuturnya.

Salah satu warga Kota Pontianak yang pernah turun di Terminal Sungai Ambawang, Ibrahim mengatakan terminal tersebut banyak taksi yang membawa penumpang ke Pontianak. "Tetapi menakutkan juga. Kadang mereka setengah memaksa buat ikut mereka. Beruntung saat saya turun di sana, kan malam hari, banyak petugas dari Dishub. Jadi tidak ditarik-tarik," katanya. (uni)

Berita Terkait