Bank Kalbar Genjot KPR Bersubsidi

Bank Kalbar Genjot KPR Bersubsidi

  Sabtu, 18 November 2017 10:00
Ilustrasi

Berita Terkait

PONTIANAK – Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat atau Bank Kalbar terus menggencarkan penyaluran produk kredit perumahan rayat bersubsidi. Direktur Utama Bank Kalbar, Samsir Ismail mengatakan hal ini sesuai dengan realisasi program sejuta rumah melalui yang dicanangkan pemerintah saat ini.

"Kita mendukung program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah melalui KPR Sejahtera Bank Kalbar yang baru diluncurkan pada September 2017 lalu. Saat ini realisasi KPR yang sudah berjalan di kisaran angka Rp1,297 miliar," ujarnya.

Menurut dia, untuk mendukung program daerah, Bank Kalbar Cabang Ketapang telah bekerjasama dengan PT Kayong Usaha Properti sebagai pengembang yang membangun perumahan murah. "Saat ini baru 10 debitur atau dari realisasi yang ada dari konsumen PT Kayong Usaha Properti yang telah mendapatkan fasilitas KPR Sejahtera Bank Kalbar," sebutnya.

Dia juga telah menginstruksikan kepada seluruh pimpinan cabang di seluruh Kalbar untuk melakukan kerjasama dalam penyaluran KPR Sejahtera Bank Kalbar. "Apa yang kita lalukan tentu berkat kerjasama dengan anggota REI yang membangun perumahan di wilayah kerja kantor cabang dan juga bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat," jelasnya.

Saat ini kata dia pihaknya selain memberikan fasilitas kredit kepada konsumen juga memberikan fasilitas kredit kepada pengembang berupa Kredit Modal Kerja Konstruksi Perumahan (KMK-KP). "KMK - KP tujuannya untuk mempercepat terwujudnya program sejuta rumah Bank Kalbar yang bekerja sama juga dengan asosiasi perumahan lainnya," jelasnya.

Presiden Joko Widodo diketahui terus berupaya melahirkan program yang memudahkan masyarakat mengakses hunian. Selain menurunkan suku bungan rumah bersubsidi, pemerintah juga memangkas sejumlah perizinan di sektor properti.  Program nasional pembangunan Sejuta Rumah sendiri bisa dijangkau melalui berbagai skim. Diantaranya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan Bantuan Uang Muka (BUM), dan lain-lain.

Ketua Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia, Junaidi Abdillah  mengatakan penjualan rumah bersubsidi di Pontianak dan sekitarnya masih mampu mencatatkan pertumbuhan di tengah lesunya kondisi ekonomi. Bahkan banyak diantara developer rumah komersial beralih membangun rumah bersubsidi lantaran penjualannya masih bagus.

Namun dia optimis tahun ini prospek untuk penjualan rumah komersial akan membaik, walau tidak akan terlalu tinggi. “Kalau ekonomi membaik, maka daya beli juga akan membaik,” pungkasnya. (ars)

Berita Terkait