Banjir Terjang Tanjung Lokang

Banjir Terjang Tanjung Lokang

  Selasa, 21 June 2016 09:30
Foto: dok.Ilustrasi.dok.JPNN

Berita Terkait

PUTUSSIBAU - Hujan lebat yang terjadi beberapa hari terakhir membuat sejumlah daerah di Kapuas Hulu dilanda banjir. Banjir terutama terjadi di permukiman yang berada di tepi Sungai Kapuas. Bahkan salah satu desa di hulu Kapuas, yakni desa Tanjung Lokang, Kecamatan Putussibau Selatan, dilanda banjir bandang disertai longsor. Bencana tersebut menghanyutkan delapan rumah, satu gereja. Seorang anak dilaporkan tewas tertimbun longsor.

Pemerintah Kapuas Hulu telah memberangkatkan tim ke Desa Tanjung Lokang pada Senin (20/6) pagi menggunakan speedboat. Tim diperkirakan tiba di lokasi paling cepat Senin tengah malam.

Camat Putussibau Selatan Iwan Setiawan mengatakan, tim itu beranggotakan tujuh orang dari Dinkes, termasuk dua dokter spesialis. Rombongan lain menggunakan dua speedboat. Jadi ada tiga speedboat yang diberangkatkan menuju permukiman paling ujung timur di wilayah Kalbar itu. Ini merupakan banjir terbesar yang pernah melanda wilayah hulu Kapuas yang berbatasan dengan Kaltim.

Iwan mengaku dirinya belum ada menerima laporan secara rinci terkait pemukiman penduduk desa Tanjung Lokang yang diterjang banjir dan tanah longsor. Namun dia memastikan, korban banjir dan longsor sudah dievakuasi sementara ke lokasi aman. 

“Rumah penduduk yang ditimpa tanah longsor di bagian hulu. Atas kejadian itu satu orang meninggal dan empat luka-luka. Yang meninggal itu anak-anak,” terang mantan Camat Hulu Gurung ini. 

Tim yang turun ke lokasi, selain memberikan pelayanan medis, juga penyerahan bantuan sementara pada warga yang tertimpa bencana, seperti selimut, kelambu, tikar dan aneka makanan ringan dari BPBD.

Iwan mengaku, pihaknya akan menginventarisir semua kerugian. seperti apa kondisi desa yang terpapar karena banjir. Karena di sana memang terdapat Sungai Bungan, yang bermuara ke Sungai kapuas. Di kesempatan sama dia juga mengimbau masyarakat Desa Tanjung Lokang supaya tetap sabar sambil menunggu penanganan dari Pemkab. Menurut Iwan masalah tersebut sudah dibahas bersama bupati. 

“Tadi malam (Minggu malam) kami langsung pertemuan di pendopo bupati, beliau sangat merespon. Jadi kami minta supaya warga bersabar dalam menerima musibah ini,” ucap Iwan. 

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu Kasianus Kintoi juga membenarkan, pihaknya langsung menyerahkan bantuan kepada warga korban banjir bandang dan longsor di Tanjung Lokang.

Bahkan, kata Kintoi, Kepala BPBD Kapuas Hulu langsung turun bersama pihak Kepolisian. “Yang kami serahkan bantuan selimut, makanan kaleng siap saji, kelambu dan tikar,” terangnya. 

Sampai saat ini, BPBD Kapuas Hulu belum menerima laporan adanya bencana banjir terparah dari daerah lain selain Tanjung Lokang. Mengingat hujan deras dan banjir terjadi baru diperkirakan dua hari belakangan ini.

“Kalau  di Tanjung Lokang informasinya memang banjir bandang dan disertai longsor. Kalau di wilayah Putussibau ini kan baru satu malam ini terencam banjir kiriman dari hulu Kapuas,” jelasnya. 

Kintoi mengimbau, agar warga mewaspadai hujan yang berpotensi mengguyur Kapuas Hulu dalam beberapa hari ke depan. Terutama yang berdomisili di tepi Sungai Kapuas  yang berpotensi banjir. (aan)

 

Berita Terkait