Banjir Rusak Infrastruktur

Banjir Rusak Infrastruktur

  Senin, 15 February 2016 08:21
BANJIR: Kapolres Bengkayang AKBP Juda Nusa Putra meninjau korban pasca banjir dan aliran Sungai Kumba, di Kecamatan Seluas. FOTO//AIRIN//PONTIANAKPOST

Berita Terkait

BENGKAYANG--Pihak kepolisian daerah Kabupaten Bengkayang terjuan kelapangan dan meninjau korban pasca banjir di Wilayah Kecamatan Seluas dan Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.Kehadirian Kapolres Bengkayang AKBP Juda Nusa Putra dan Wakapolres Bengkayang Kompol Royani berserta jajarannya disambut tim posko korban banjir di perbatasan negara.

Pihak kepolisian hadir juga memberikan bantuan berupa kebutuhan makanan dan sayuran. Serta Kapolres juga memberikan masukan kepada tim relawan korban pasca banjir di perbatasan negara."Korban banjir di daerah perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Terutama pihak terkait mulai dari lembaga lingkungan hidup dan Dinas Kesehatan," tutur mantan Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumut, kemarin (13/2) di Posko kesehatan korban banjir Seluas. 

Dia mengatakan saat ini korban pasca banjir memerlukan pelayanan obat-obatan dari Dinas Kesehatan di Kabupaten Bengkayang. Terutama sekali obat anak-anak guna mengantisipasi penyakit diare dan obat gatal-gatal lainnya.Ia menyampaikan kepada tim posko kesehatan korban banjir, jika memerlukan bantuan kesehatan. Pihaknya bersedia memfasilitasi tim kesehatan yang dimiliki kepolisian daerah di Kabupaten Bengkayang.

"Kita ada tim kesehatan Polres Bengkayang. Kalau ada keperluan apa-apa silakan saya dihubungi langsung. Kami siap memberikan bantuan kesehatan kepada masyarakat," ungkapnya kepada tim relawan kesehatan korban pasca banjir.Tokoh masyarakat Seluas Gunawan menambahkan, banjir yang menenggelamkan ratusan rumah masyarakat selama lima hari terakhir mulai kembali normal. Hingga saat ini, para korban banjir sudah pulang ke rumah dan menjalankan aktivitas masing-masing.

"Sementara ini banjir di Kecamatan Seluas dan Jagoi Babang sudah mulai surut. Korban banjir sudah pulang ke rumah dan memperbaiki kerusakan rumah masing-masing," terangnya.Dia menuturkan korban banjir yang dihadapi masyarakat adalah kerusakan lahan pertanian dan fasilitas umum. Seperti jalan, jembatan dan tanaman mengalami kerusakan cukup parah di Kecamatan Seluas dan Jagoi Babang.

Ia mengharapkan kerusakan fasilitas umum dan pertanian dapat diperhatian pemerintah daerah. Serta pihak swasta lainnya bersedia memberikan bantuan kepada masyarakat korban pasca banjir di perbatasan negara."Kami minta pemerintah daerah maupun pemerintah pusat memperhatikan sektor pertanian yang rusak. Serta membantu perbaikan aliran sungai yang menjadi penyebab terjadinya banjir tahunan di daerah perbatasan," imbuh ayah dua anak. (irn)

Berita Terkait