Banjir Mengancam Warga

Banjir Mengancam Warga

  Sabtu, 13 February 2016 10:04
BANJIR: Sedikitnya 10 kecamatan di Kabuupaten Sambas dan ratusan rumah warga terendam bajir. Seperti di Desa Beringin Kecamatan Sajad dan di Desa Lubuk Dagang, Kecamatan Sambas. Warga terpaksa menggunakan sampan untuk transportasi dan evakuasi barang-barangnya ke lokasi yang dianggap aman. Foto Harry Kurniathama/pontianak post

Berita Terkait

KUBU RAYA— Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak memprediksi sepanjang Februari sejumlah daerah di Kalbar rawan bencana banjir lantaran hingga satu pekan kedepan diperkirakan terjadi hujan lebat disertai dengan angin kencang.

“Sejumlah kawasan di Kalbar seperti Sambas, Melawi, Kapuas Hulu, Sintang, Ketapang, Kubu Raya, Mempawah dan Kota Pontianak menjadi daerah yang diprediksi memiliki intensitas hujan lebat. Sedangkan bagi daerah lainnya diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,”  kata prakirawan BMKG Supadio, Deby.Karena curah hujan yang mencapai 5 sampai 20 mililiter perhari, menyebabkan beberapa daerah tersebut rawan banjir.

”Selain curah hujan yang cukup tinggi sepanjang Februari alasan lain yang membuat beberapa daerah di Kalbar rentan banjir karena adanya air pasang laut yang terjadi saat ini,” ungkapnya.Menurutnya, untuk kondisi angin, hingga satu pekan ke depan, bahkan selama Februari, kecepatan rata-rata mencapai 20 sampai 40 knot.  Dengan kecepatan tersebut, angin masuk dalam kategori kencang. Bahkan bisa menimbulkan puting beliung.

”Untuk angin kencang ini terjadi terutama untuk daerah pesisir seperti yang ada di wilayah Kalimantan Barat bagian utara, barat dan selatan. Untuk itu kita mengimbau agar masyarakat bisa mewaspadai terjadinya banjir dan angin puting beliung,” ucapnya.Jika terjadi potensi angin kencang, Deby mengimbau masyarakat untuk tidak berlindung di bawah pohon atau papan reklame, karena dikhawatirkan tumbang akibat tiupan angin.”Untuk wilayah banjir, masyarakat juga diharapkan bisa mengambil langkah antisipasi, untuk melancarkan saluran air agar ketika curah hujan tinggi, air tidak tergenang dan dapat mengalir dengan lancar,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait