Banjir Mempawah Mulai Surut

Banjir Mempawah Mulai Surut

  Minggu, 22 May 2016 10:14
BERI BANTUAN: Bupati Mempawah Ria Norsan sampai turun langsung ke lokasi banjir di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, untuk membagikan bantuan makanan. WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH – Masyarakat korban banjir di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, sedikit bernafas lega. Hingga Sabtu (21/5) sore, ketinggian air sudah mulai surut. Warga pun berharap intensitas hujan semakin berkurang, agar rendaman banjir segera berlalu.

“Sampai sekarang, ketinggian air sudah menyusut kurang lebih 30 sentimeter dari puncak banjir pada Jumat (20/5) kemarin, yang mencapai 1,5 – 2 meter. Mudah-mudahan ketinggian air akan terus berkurang dalam beberapa hari ke depan,” terang Heri, warga Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir. Namun, timpal Heri, dari informasi yang dihimpunnya beberapa hari lalu, curah hujan di wilayah perhuluan cukup tinggi. Dia khawatir intensitas hujan yang cukup deras itu akan memicu kembali ketinggian air di Desa Pasir. “Biasanya air yang turun dari daerah perhuluan ke Desa Pasir sangat cepat. Sedangkan air yang keluar dari Desa Pasir ke laut sangat lambat. Makanya, banjir yang merendam Desa Pasir berlangsung lama hingga berminggu-minggu,” pendapatnya.

Heri menerangkan, banjir yang merendam desanya sudah berlangsung selama sembilan hari. Disebutkan dia, terdapat tiga dusun di Desa Pasir yang sangat parah terdampak banjir. Yakni Dusun Sebukit Rama, Dusun Suap, dan Dusun Parit Amangku. “Secara keseluruhan total korban banjir di Desa Pasir ini mencapai 2.500 kepala keluarga (KK). Namun, dari jumlah itu hanya 50 KK yang mengungsi di atas bukit. Sedangkan korban lainnya bertahan di dalam rumah,” paparnya.

Ditanya mengenai kondisi korban banjir, Heri memastikan dalam kondisi baik. Hanya saja, dia menambahkan, ada beberapa korban yang mengalami sakit, bahkan harus dievakuasi oleh tim medis ke RSUD dr Rubini Mempawah untuk mendapatkan pengobatan intensif. “Siang tadi (kemarin, Red) ada satu warga di RT 20 Dusun Sebukit Rama yang harus dievakuasi oleh Tim Kodim Mempawah. Korban harus dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan korban yang sakit ringan seperti gatal-gatal dan panas, sudah mendapatkan penanganan dari tim medis dengan diberikan obat,” ujarnya.

Terkait bantuan, Heri juga memastikan, sudah diterima para korban banjir. Bantuan-bantuan tersebut, menurut dia, tak hanya berasal dari pemerintah daerah, tapi juga Kementerian Sosial hingga pihak swasta dan donatur lainnya dari berbagai elemen masyarakat. Bantuan yang sudah diterima korban, disebutkan dia, seperti beras, mi instan, dan lainnya.

“Alhamdulillah, bantuan cukup lancar. Bisa dikatakan untuk  kebutuhan konsumsi sehari-hari, kami tidak kekurangan. Namun, yang kami khawatirkan kesehatan anak-anak. Makanya, kami butuh bantuan semacam nutrisi dan susu untuk menjaga kesehatan anak. Selain itu, kami juga butuh air bersih untuk minum,” paparnya.

Disinggung alasan korban banjir yang enggan dievakuasi, Heri membandingkan dengan pengalaman ketika banjir pada 2013 lalu. Ketika itu, menurut dia, korban banjir dievakuasi ke daerah Pematang Sukun. Namun, dia menambahkan, tak lama berselang, lokasi pengungsian pun ikut terendam. “Makanya, warga lebih memilih mengungsi di bukit. Lokasinya bukit dekat dengan rumah, sehingga memudahkan kami melakukan pemantauan terhadap barang-barang yang ada didalam rumah,” tuturnya.

Terakhir, dirinya berharap banjir yang merendam Desa Pasir sejak sembilan hari lalu itu segera berakhir. Sebab, diakui dia jika musibah banjir tersebut telah melumpuhkan berbagai aktivitas pekerjaan masyarakat setempat. “Kami senantiasa berdoa agar musibah ini segera berlalu. Karena, sudah lama kami tidak bisa bekerja. Pascabanjir, kami akan memulihkan kembali perekonomian keluarga. Tanaman-tanaman kebun yang sudah mati, ternak-ternak, semuanya harus diurus,” pungkasnya.

Sementara itu, bencana banjir yang merendam sebagian wilayah Kabupaten Mempawah itu juga mengundang keprihatinan berbagai elemen masyarakat. Berbagai jenis bantuan untuk korban banjir terus mengalir. Bantuan disalurkan melalui posko-posko banjir yang telah dibangun pemerintah daerah. Salah satu bantuan datang dari Pengurus DPD FPI Kalbar dan DPW FPI Kabupaten Mempawah. Bantuan diserahkan langsung oleh Imam Daerah DPD FPI Kalbar Habib Hamid Alqadri dan Ketua DPD FPI Kalbar Habib Iskandar, bersama Ketua DPW FPI Mempawah Sawadi dan jajarannya. Mereka bahkan sampai turun langsung ke lokasi banjir.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyerahkan sejumlah bantuan bahan makanan untuk korban banjir di Kecamatan Mempawah Hilir. Bantuan kita serahkan ke Posko Banjir di Desa Pasir dan Desa Penibung,” ungkap Sawadi.

Sawadi menyebut, bantuan yang diserahkan mereka tersebut terdiri atas 60 dus mi instan, 40 dus minuman, gula pasir, kopi, pakaian, hingga selimut. Dia pun berharap bantuan itu dapat sedikit meringankan beban para korban bencana banjir.

“Kita tidak bisa menyerahkan langsung bantuan kepada korban. Sebab, lokasi banjir sangat sulit ditembus dengan menggunakan jalan darat. Makanya, bantuan kami salurkan melalui posko. Mudah-mudahan bantuan bisa segera disampaikan kepada korban yang membutuhkan,” harapnya.

Lebih jauh, Sawadi mengatakan, realisasi bantuan yang disalurkan mereka kepada korban banjir tersebut merupakan salah satu program organisasinya. Ditegaskan dia bahwa sudah menjadi komtitmen FPI untuk membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah, tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). “Kita tidak memandang muslim atau nonmuslim. Siapa pun yang membutuhkan bantuan, pasti kita tolong. Bahkan, informasinya banyak anggota FPI Mempawah yang menjadi korban banjir di wilayah Desa Pasir dan Penibung,” ujarnya.

Di tempat terpisah, puluhan pemuda di Kota Mempawah menggelar aksi penggalangan dana di Jalan Raya Mempawah, persisnya di depan Taman Alun-alun. Dana yang berhasil mereka kumpulkan dari aksi tersebut, rencananya akan digunakan untuk membeli berbagai jenis bahan bantuan korban banjir di Kabupaten Mempawah. “Aksi penggalangan dana ini merupakan bentuk kepedulian para pemuda di Mempawah terhadap korban banjir yang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Mempawah. Semua dana yang  terkumpul akan dimaksimalkan untuk bantuan korban banjir,” terang koordinator Aksi, Al Fikri.

Fikri mengaku sangat prihatin dengan musibah banjir yang menyebabkan ribuan jiwa masyarakat Mempawah menjadi korban. Dia pun berharap musibah itu segera berlalu, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasanya. “Mudah-mudahan bantuan yang kami salurkan nanti bisa sedikit meringankan kesulitan korban banjir. Inilah bentuk partisipasi dan kepedulian para pemuda Mempawah terhadap masyarakat korban banjir,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait