Banjir Mempawah Meluas

Banjir Mempawah Meluas

  Selasa, 17 May 2016 10:37
DIDORONG: Banjir memutuskan akses transportasi dilingkungan masyarakat. Pengendara nekad, terpaksa harus mendorong kendaraan yang kemasukan air. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Musibah banjir yang merendam kawasan Kabupaten Mempawah semakin meluas. Jumlah korban banjir pun bertambah menjadi 1. 510 Kepala Keluarga (KK). Bupati, Ria Norsan telah menetapkan status tanggap darurat bencana terhadap banjir yang merendam Bumi Galaherang.

Penetapan status tanggap darurat itu disampaikan Bupati dalam rapat kerja pembahasan penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Mempawah, Senin (16/5) di Kantor Bupati Mempawah. Rapat yang dihadiri seluruh SKPD dan para Camat itu juga diikut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar, Teleus Titus Ali Nyarong.

“Sejak 9 Mei lalu, kita sudah bersiap menghadapi banjir setelah mendapatkan informasi banjir di Karangan, Landak. Namun, ternyata banjir mencapai wilayah Kabupaten Mempawah pada tanggal 11 Mei,” ungkap Bupati Ria Norsan usai memimpin rapat kerja.

Kemudian, sambung Norsan, pada tanggal 12 Mei pihaknya melakukan pendataan terhadap wilayah-wilayah yang rentan banjir. Data itulah yang kemudian menjadi petunjuk bagi pemerintah daerah dalam melakukan penanganan terhadap korban banjir. Mulai dari proses evakuasi hingga menyalurkan bantuan.

“Beberapa lokasi korban banjir sudah kita salurkan bantuan. Salah satunya di Dusun Telayar Kecamatan Mempawah Timur,” ungkap Bupati.

Ditanya langkah penanggulangan, Norsan menegaskan pihaknya siap melaksanakan aksi dilapangan. Seluruh SKPD telah mendapatkan porsi masing-masing dalam melakukan penanganan terhadap korban banjir diwilayah Kabupaten Mempawah.

“Semua instansi sudah bersiap melaksanakan tugas penanganan korban banjir. Seperti membangun posko pengungsian, posko kesehatan dan lainnya. Kita akan kerahkan semua kemampuan dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk korban banjir,” tegasnya.

Lebih jauh, Norsan menyebut pihaknya fokus pada proses evakuasi korban banjir dan menyalurkan bantuan untuk korban yang berada ditempat penampungan. Bantuan yang disiapkan berupa beras, makanan siap saji hingga keperluan lainnya.

“Dana operasional penanganan bencana pun sudah disiapkan. Nanti akan menggunakan dana tanggap darurat. Agar seluruh penanganan dan penanggulangan dalam musibah ini bisa berjalan lancar,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Teleus Titus Ali Nyarong mengatakan status tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Mempawah akan berlaku selama 14 hari mendatang. Jika situasi banjir masih mengkhawatirkan, maka status bencana tersebut akan diperpanjang.

“Dengan penetapan status ini, membuktikan pemerintah daerah sudah melakukan penanganan yang cepat dan tanggap. Selanjutnya, kepala daerah bisa berkoordinasi dengan TNI dan Polri dalam pelaksanaan proses evakuasi korban banjir,” katanya.

Menyangkut evakuasi, lanjut Nyarong, sasarannya terhadap beberapa kategori korban. Yakni, lanjut usia (diatas 65 tahun), orang sakit, anak dibawah umur (5 tahun kebawah), ibu hamil, wanita yang sedang melahirkan dan bayi.

“Sudah ada tiga kabupaten di Kalbar yang menetapkan status tanggap darurat bencana. Yakni Mempawah, Landak dan Kapuas Hulu. Terhadap daerah-daerah ini, nanti akan kita bantu uang tunai untuk penanganan korban,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait