Banjir di Jalan Negara , Antrean Hingga Ratusan Meter

Banjir di Jalan Negara , Antrean Hingga Ratusan Meter

  Kamis, 25 February 2016 08:38
BANJIR. Karena tak kunjung dibuat parit, banjir kembali genangi jalan negara di Tayan Hulu.sugeng/pontianakpost

Berita Terkait

SANGGAU – Banjir kembali terjadi di jalan negara di Tayan Hulu tepatnya di daerah perbatasan Binjai – Sosok. Antrian mengular tidak kurang dari 500 meter. Kendaraan roda dua masih bisa melalui jalan tersebut meski air yang menggenangi jalan cukup tinggi.

Salah satu pengendara mobil, Awi mengatakan tingginya air yang menggenangi jalan membuat kendaraan harus jalan perlahan. Kendaraan roda dua masih dapat lewat. Kendaraan roda empat atau lebih masih dapat melalui jalan itu hanya saja harus perlahan dan bergantian untuk menghindari cipratan air.

 “Macet disini sampai 500an meter. Saja airnya menggenang jalan. Macam mana mau lewat. Makanya macet,” ujar dia kepada harian ini Rabu sore kemarin. Masih menurut Awi, mau tidak mau pengendara mobil harus rela antri. “Kalau mobil-mobil tinggi sih lewat. Kayak misalnya truk cuma ya harus antri. Saya pun ndak tahu kenapa bisa banjir disini. Padahal dulunya kan tidak pernah. Apa mungkin paritnya sumbat atau gimana,” katanya.

 Sementara itu, Camat Tayan Hulu, Anselmus membenarkan bahwa lokasi tersebut kembali banjir. Faktor hujan dengan intensitas tinggi juga menjadi pendukung banjirnya jalan tersebut. “Dulu kejadiannya juga sama. Saya sudah katakan kalau disitu harus dibuat drainase ulang. Paritnya disitu ditutup kok,” ungkap dia.

 Menurutnya, ada tempat yang genangan airnya tinggi. Tetapi ada juga yang tidak terlalu tinggi. Untuk yang genangannya tinggi bisa sampai selutut orang dewasa. Kemungkinan pengendara khawatir dilokasi air yang tinggi ini terutama roda dua karena bisa menyebabkan mogok.

 “Kalau yang agak dalam itu yang takutnya banyak motor mogok. Tapi kalau mobil masih aman. Hanya harus jalan perlahan-lahan. Kalau ngebut habis orang kenak cipratan air,” ujarnya. Dia sebagai camat telah mengingatkan agar lokasi tersebut dibuat parit baru supaya air bisa mengalir dengan lancar. “Dulunya memang ada parit, cuma ditimbun karena ada kegiatan. Nah sekarang baru susah sendiri kalau udah banjir,” katanya. (sgg)

Berita Terkait