Bangun Lima Jembatan

Bangun Lima Jembatan

  Rabu, 19 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan, pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Ahmad Yani, di depan Ayani Mega Mal akan segera dikerjakan. Pembangunan jembatan yang tertunda itu memakan anggaran Rp400 juta hingga Rp900 juta dengan target penyelesaiannya Desember. Pemerintah Kota Pontianak juga membangun empat JPO di beberapa lokasi strategis.

“Memang pembangunan JPO di depan Ayani Megamal sempat tertunda, karena ada beberapa persoalan yang belum tuntas. Saat ini, izin dari pemilik lahan kosong di samping Kantor Indosat dan area dalam Megamal sudah tak berkendala dan kini sudah dimulai pembangunannya,” terangnya, Selasa kemarin.

Dia menjelaskan, pembangunan JPO itu dilakukan sepenuhnya oleh PD. Makmur. Perusahaan itu adalah pemenang lelang dengan perkiraan biaya pembangunan Rp400 juta hingga Rp900 juta. Perlu diketahui, Pemerintah Kota Pontianak tidak mengeluarkan biaya untuk pembangunan JPO. “Semua sudah selesai, sekarang tengah dibangun pondasinya kontruksi bajanya. Mudah-mudahan bulan depan sudah dipasang,” ungkapnya.

Dibangunnya JPO di wilayah itu, menurut Edi, untuk memudahkan pejalan kaki menyeberang terutama dari Jalan Perdana ke Jalan Media atau sebaliknya. Di titik itu juga, kerap terlihat pejalan kaki menyeberang dan harus melompati parit. Padahal, lalu lintas padat, terutama pada jam tertentu.

Dia menargetkan, pembangunan JPO akan selesai Desember. Setelah JPO ini selesai, ada empat JPO akan dibangun dan direhab. Untuk pembangunan JPO lain rencananya ada empat lokasi diantaranya di depan SMKN 5 Jalan Ahmad Yani, depan Bank Kalbar Jalan Tanjungpura, rehab JPO depan Jalan Asahan, dan di depan Jalan Pangsuma atau Jalan Barito.

Nanti kelima JPO ini miliki ciri khas. Unsur tradisional jadi prioritas bangunannya. Selayaknya pembangunan jembatan di sepanjang Sungai Jawi. Dengan demikian, Edi berharap orang datang ke Pontianak akan melihat keindahan arsitektur dan mengingat JPO seperti itu hanya ada di Pontianak.

Karena yang bangun pihak ketiga, kompensasinya papan reklame selama 5 tahun akan terpajang. Namun keberadaan papan reklame tiap JPO tetap mengacu aturan Kota Pontianak. Pihak tersebut tetap membayar pajak dan pajak penerangan jalan umum (PPJU) jika memakai listrik. “Untuk jenis papan reklame akan dikaji, apakah bentuknya papan reklame atau videotron,” terangnya. 

Lima titik yang dipilih, kata Edi, sudah berdasarkan kajian Forum Lalu Lintas. Terkait pembangunan di depan Ayani Megamal, bukan memprioritaskan pengunjung mal terbesar di Pontianak itu. Namun lebih untuk memudahkan pejalan kaki yang menyeberang dari jalan-jalan di kawasan itu. Sebab riskan menyeberang tanpa pengamanan.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR Syarif Abdullah Alkadrie mendorong pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan dua jembatan secara bersamaan. Menurutnya, pembangunan jembatan Kapuas III dan Jembatan Paralel Landak sangat penting. Salah satunya dapat minimalisir kemacetan.

“Kami sedang dorong pembangunan Jembatan Landak dan Kapuas III. Tapi nampaknya sulit untuk diwujudkan secara bersamaan karena pemerintah pusat terbentur dengan anggaran. Sekarang tinggal lihat relevansinya mana kira- kira manfaatnya lebih besar,” ucapnya belum lama ini.

Politisi Nasdem itu mengatakan, ada dua pandangan dampak jika Jembatan Kapuas III dibangun. Pertama akan membuka pengembangan daerah baru. Kedua mungkin bisa menyedot kendaraan dari luar kota, sehingga kawasan Siantan yang kerap macet akan berkurang.

Pemikiran untuk memprioritaskan Jembatan Kapuas III untuk dibangun lebih dulu memang ada. Tapi, kata dia, tak sedikit juga yang bilang apabila Jembatan Kapuas III dibangun tidak membawa dampak signifikan sebagai penawar kemacetan. “Saya sebenarnya minta agar ke dua jembatan ini dibangun bersamaan, karena kedua jembatan ini diperlukan,” terangnya.

Untuk kendala realisasi jembatan sejauh ini tak mengalami hambatan berarti. Khusus Jembatan Landak pembebasan lahan tak ada masalah. Ketika ditanyakan pembebasan lahan Jembatan Kapuas III, ia belum tahu sudah terselesaikan atau belum. “Kata Gubernur nyampaikan ke kami (Komisi V) lahan tidak ada masalah,” ungkapnya.(iza) 

Berita Terkait