Bangun Karakter Generasi Muda

Bangun Karakter Generasi Muda

  Senin, 23 November 2015 15:53
BUKA SOSIALISASI: Bujang Sukri menyampaikan sambutan, didampingi (dari kiri) Kepala Bakesbangpol Kalbar, Aliuk, unsur TNI serta kepala Bakesbangpol dan Linmas Singkawang, Juandi. FOTO IST

Berita Terkait

BADAN Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalbar mensosialisasikan wawasan kebangsaan kepada para pelajar, pemuda dan pramuka di aula Hotel Santosa Kota Singkawang, Senin (16/11) lalu. Peserta ditarget 60 orang. Narasumber terdiri dari unsur pemerintah provinsi, pemerintah kota dan unsur TNI di kabupaten/kota.

“Realitas menunjukkan sejak terjadinya krisis multidimensi ditandai dengan berkembangnya ekses-ekses negatif dari reformasi, yaitu munculnya ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa serta memudarkan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Timbulnya berbagai konflik sosial yang berkepanjangan, berkurangnya sopan santun dan budi pekerti luhur dalam pergaulan sosial. Melemahnya kejujuran dan sikap amanah dalam kehidupan berbangsa, semakin meluasnya pengabaian terhadap ketentuan hukum dan peraturan, munculnya kecenderungan primordialisme yang diwarnai oleh fanatisme etnik agama kedaerahan, semua itu jelas sangat bertentangan dengan semangat kebangsaan yang berlandaskan pada pancasila. Demikian diungkapkan Staf Ahli Hukum Kantor Walikota Singkawang Bujang Sukri dalam sambutannya.

Ia mengatakan, sebagai generasi intelek berbasis kemampuan akademi, pelajar diharap mampu menjalankan peran strategis dalam konteks perubahan sosial di Indonesia serta mampu menjadi calon pemimpin bangsa di masa mendatang. “Para pemuda harus mampu memberikan kontribusi terhadap proses pembangunan, transmisi dan kritik gagasan. Dan kita berharap generasi muda sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa mampu memahami dan menerpakan  konsep wawasan kebangsaan bagi kemajuan masyarakat bangsa dan negara,” ujarnya. Sehubungan dengan hal tersebut, sosialisasi pancasila yang menyeluruh dan menyentuh terhadap setiap lapisan masyarakat sangat diperlukan dan segera diwujudkan secara konkrit agar pancasila tetap terinternalisasi dengan jiwa setiap individu bangsa Indonesia.

Semangat reformasi harus menjadi momentum dan memberi harapan yang besar untuk menuju penyelenggaraan negara sesuai dengan cita-cita proklamasi yakni merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta berpijak pada 4 pilar kesefakatan dasar kehidupan bernegara yang harus diwujudkan yakni Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.(d5/ser)

Berita Terkait