Bangun Jembatan Paralel Landak Tahun Depan

Bangun Jembatan Paralel Landak Tahun Depan

  Rabu, 20 April 2016 09:00

Berita Terkait

PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus mengupayakan agar Jembatan Paralel Landak menjadi prioritas pembangunan pada 2017 mendatang. Melihat perannya yang sangat penting, jembatan ini juga akan disinergikan dengan proyek water front city. Titian ini digadang-gadang bakal mengalahkan keindahan Jembatan Tayan di Kabupaten Sanggau.

“Desain dari konsultan yang kami ajukan ke pusat memang indah. Tapi paling penting jembatan itu dibangun dulu, mau desainnya bagaimana terserah, karena kalau mikir cantiknya dulu malah akan lama,” ungkap Wali Kota, Sutarmidji saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/4).

Sebelumnya beberapa hari lalu, Sutarmidji melalui akun twitter-nya @BangMidji sempat memamerkan foto desain Jembatan Paralel Landak, yang kemudian ditanggapi positif oleh para netizen.

Sutarmidji menjelaskan, desain yang dibuat memang harus menarik lantaran jembatan ini juga menjadi bagian dari proyek pembangunan water front yang tengah dibangun pemkot di pinggiran Sungai Kapuas. Karena itu akan lebih baik pembangunannya berada di posisi kiri Jembatan Landak lama dari arah Pontianak Kota. “Awalnya sempat akan dibangun di sisi kanan, namun karena harus selaras dengan water front dipindah ke sisi kiri, tapi itu tidak menjadi masalah,” katanya.

Menurutnya pembangunan jembatan tersebut memang harus menjadi prioritas. Sangat penting mengingat Jembatan Landak yang ada usianya sudah mencapai lebih dari 34 tahun. Sementara usia pakainya hanya 50 tahun. Meski saat ini sudah dilakukan perbaikan dan penguatan di sejumlah titik, namun tetap saja masih riskan. “Jembatan ini satu-satunya akses utara ke selatan dan sebaliknya. Jika ada masalah mau dihubungkan pakai apa?, termasuk ke wilayah pedalaman sana,” ujarnya.

Sutarmidji memperkirakan anggaran yang akan dihabiskan untuk pembangunan jembatan Paralel Landak tersebut berkisar Rp600 miliar atau lebih. Selain jembatan itu, ke depan jembatan Kapuas 1 juga rencananya dibangun paralel. “Desainnya juga sudah disiapkan. Ini semua dilakukan dalam rangka mengatasi kemacetan lalu lintas dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya.

Ia berharap pembangunan Jembatan Paralel Landak bisa selesai dalam waktu dua atau tiga tahun. “Jangan lama-lama, supaya saat wali kota baru nanti sudah bisa diresmikan,” harap Wali kota yang sudah menjabat selama dua periode ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak Ismail menambahkan, pembangunan jembatan Pararel Landak sudah dirapatkan saat Pra-Konsultasi Regional (Pra Konreg) bersama Kementerian PUPR RI di Makasar bulan lalu. Usulan ini telah disetujui oleh Pemerintah Pusat. 

“Bukan lagi merupakan stok atau cadangan, artinya sudah menjadi prioritas utama,” jelasnya kepada Pontianak Post, Selasa (19/4). Selain itu, minggu lalu saat Musrenbang tingkat Provinsi, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), Kementerian PUPR Dardak dikatakan sudah meninjau langsung lokasi jembatan tersebut.  

Menurutnya, Hermanto yang juga mantan Menteri PU ini mengusulkan agar jembatan baru dibangun di sebelah kiri dari arah Kota Pontianak sekaligus dalam rangka menunjang proyek water front city, agar kota ini menjadi lebih indah. “Semoga tidak ada perubahan, sebab mulai tahun ini hingga tahun depan Kampung Beting mulai ditata, menjadi satu kesatuan dengan jembatan,” ucapnya.

Rencana pembangunannya secara multiyears, dengan pendanaan seluruhnya dibantu pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Ismail mengatakan, pihaknya hanya mengajukan usulan desain yang sengaja dipilih bergaya modern agar tak ketinggalan zaman. Setelah itu, semua perencanaan dilakukan oleh pusat. Ia berharapa pada 2017 pekerjaan fisik sudah bisa dimulai. “Yang jelas jembatan Paralel Landak tidak akan kalah indah dengan Jembatan Tayan di Sanggau, mungkin bisa lebih,” harapnya. 

Selain jembatan, rencananya Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga juga akan membangun jalan akses di Jalan Sultan Hamid yang menghubungkan jembatan Kapuas 1 dan jembatan Landak. Jalan yang selama ini hanya dua jalur, akan diperlebar menjadi empat jalur. Hal ini mengingat pada 2017 nanti perencanaan pembangunan jembatan Paralel Kapuas 1 juga akan dimulai. “Sehingga akses jalan juga akan sejajar dengan jembatan Parelal Kapuas 1 dan Parelal Landak,” tandasnya.(bar) 

Berita Terkait