Bangkitkan Jati Diri Bangsa Bahari

Bangkitkan Jati Diri Bangsa Bahari

  Minggu, 16 Oktober 2016 09:45
MENANAM POHON: Presiden RI Joko Widodo menanam pohon jeruk keprok terigas di kawasan Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. DANANG PRASETYO / PONTIANK POST.

Berita Terkait

Sail Selat Karimata Berlangsung Sukses 

SUKADANA-Festival Sail Selat Karimata ke delapan di Pantai Pulau Datok, Kabupaten Kayong Utara resmi dibuka Presiden RI Joko Widodo, Sabtu (15/10) pagi. Presiden meminta pelaksanaan festival tidak hanya berhenti di seremonial dan keramaian pengunjung saja. Dia berharap ada tindak lanjut yang bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

 Menurutnya pelaksanaan festival ini harus mampu menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak ekonomi Indonesia. Selain itu, juga harus mampu melindungi dan menjaga laut dari pencuri ikan, pencemaran dan kerusakan ekosistem.

“Mesti ada tindak lanjutnya dari kegiatan ini,” pinta Jokowi. Hal itu disampaikannya karena mengingat 71 persen wilayah Indonesia adalah laut. Laut tidak hanya menjadi sumber kehidupan masa depan tapi juga menyatukan kurang lebih 17.000 pulau di nusantara. 

“Laut bukan memisahkan antarbangsa dan kita, serta pulau yang ada. Laut justru menjadi penghubung satu dan yang lain,” ujar dia.

“Sudah saya tekankan beberapa kali. Ini menjadi momentum bersama untuk menjaga dan merawat sumber daya alam laut. Kembali pada jati diri sebagai bangsa bahari,” tambah dia.

Karena itu, Jokowi menyatakan pemerintah pusat memiliki komitmen untuk mengembangkan wisata bahari. Ini dilakukan karena melihat potensi pantai dan keindahan bawah laut yang bisa mengundang wisatawan untuk datang.

Namun dia tak menampik upaya promosi perlu lakukan guna mengenalkan destinasi wisata Indonesia. Termasuk dengan pembenahan infrastruktur dan fasilitas pendukungnya sehingga menjadi tempat tujuan wisata yang menarik.

“Saya minta tahun depan, promosi lebih digencarkan lagi sehingga tempat yang indah bisa dikenal di seluruh dunia. Laut adalah masa depan bersama. Jadikan laut tempat menaruh harapan menuju bangsa Indonesia yang maju,” harapnya.

Kemeriahan Festival Sail Selat Karimata juga mengundang para yachter untuk hadir. Mereka dari berbagai negara sudah tiba lima hari di Tanah Kayong sebelum hari puncak.

Jokowi berterima kasih kehadiran para yachter ini. Baginya kedatangan tamu ini tidak hanya sebagai bentuk persahabatan tetapi menggambarkan jika laut penting bagi negara-negara di dunia.

“Terima kasih sudah partisipasi dalam Sail Selat Karimata,” ucapnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan ada perbedaan dari tujuan pelaksanaan Sail Selat Karimata dengan di tahun sebelumnya.

Di tahun sebelumnya pelaksanaan sail difokuskan pada pembangunan daerah tertinggal. Saat ini tujuan utamanya yakni untuk pengembangan destinasi wisata bahari dan percepatan pembangunan infrastruktur dengan semangat nawacita.

Karena itu dia menilai perlu dilakukan evaluasi dalam pelaksanaan sail ini. Tidak hanya untuk efisiensi kegiatan melainkan untuk program yang berkelanjutan.

“Kami berharap evaluasi nanti akan menentukan ke mana arah dan apa yang lebih penting setelah sail selat karimata,” harapnya.

 Dia menyebutkan ini merupakan pelaksanaan sail yang ke delapan sejak dimulai tahun 2009 silam. Pelaksanaan tahun ini tidak hanya di Kalimantan Barat saja melainkan di Bangka Belitung dan Kepulauan Riau.

 Kemeriahan Festival Sail Selat Karimata ini juga ditandai dengan ribuan pengunjung yang hadir. Tidak hanya ingin menyaksikan langsung ketika Presiden Jokowi membuka festival ini.

 Pengunjung yang datang juga memadati areal pameran yang sudah disiapkan panitia pelaksana. Tercatat ada 120 peserta pameran. Mulai dari BUMN/BUMD, kementerian dan lembaga, pemerintah swasta dan badan usaha swasta.

“Ini langkah strategis untuk mempromosikan potensi daerah. Dari tanggal 12 Oktober hingga sekarang (Sabtu.red) sudah ada 2.000 pegunjung yang memadati pameran,” ujar Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid Sabtu (15/10).

 Hildi menyebutkan momentum ini tidak hanya masyarakat setempat tapi juga dari daerah dan negara lainnya yang ingin memanfaatkan untuk membeli produk unggulan yang dipasarkan di area pameran.

 Karena itu sebagai kabupaten yang berbatasan langsung dengan Selat Karimata Hildi merasa bangga Kayong Utara terpilih sebagi puncak pelaksanaan festival yang ke delapan ini.

 Dia berkeyakinan dengan sinergisitas pemerintah pusat hingga ke kabupaten/kota maka bisa tujuan utama untuk mempromosikan potensi daerah bisa tercapai.

 Apalagi, sambung dia, output yang diharapkan tidak hanya mempromosikan destinasi wisata. Festival ini diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi pihak ingin mendorong pembangunan dan investasi di Kayong Utara.

“Banyak produk eksport andalan Kalbar. Seperti CPO, tambang dan plywood. Tetapi produk lokal seperti jeruk Pontianak juga bisa bersaing di pasar internasional,”  jelas dia.

Salah satu peserta pameran produk unggulan Sail Karimata Nouval menjual kain tenun Songket asal Sambas dan kemeja kombinasi songket.

“Alhamdulillah, meski harganya cukup mahal pembeli tetap ramai,” kata pria yang menjadi binaan Inkubator Bisnis Bank Indonesia Kalbar ini.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan puncak acara Sail Selat Karimata 2016 ke delapan di Indonesia, di Kabupaten Kayong Utara menyita perhatian ribuan masayarakat. Guna menyaksikan pertunjukan yang disuguhkan panitia pada event berkelas di Kabupaten Kayong Utara.  

Pertunjukan yang disajikan di antaranya tarian kolosal dengan mengangkat nilai-nilai sejarah di Sukadana, dengan kosep tarian berbagai etnis di bawah naungan koreografer Kinaria Gencar Semarak Perkasa (GSP) pimpinan Guruh Sukarno Putra. Selain pertunjukan tarian yang kurang lebih selama 30 menit atraksi puluhan penerjun dari TNI Angkatan Laut mengundang tepuk tangan masyarakat yang rela berpanas-panasan. 

Usai membuka perhelatan puncak Sail Selat Karimata di Kayong Utara, Presiden Joko Widodo menanam pohon jeruk Pontianak dan durian Kalimantan. Kemudian orang nomor satu di Indonesia menuju stan produk dari 14 Kabupaten Kota dan BUMN. Yang selanjutnya Jokowi menyapa masyarakat dan bersalam-salaman hingga berfoto bersama. 

Setelah itu Jokowi meninggalkan Kayong Utara dengan menggunakan helikopter super puma yang terparkir di helipad di area Plaza Sail Selat Karimata, di kawasan Pantai Pulau Datok. 

 

Bangun Bandara di Kayong Utara

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menilai perlu adanya pembangunan bandara di Kayong Utara. Pembangunan bandara ini diharapkan bisa menjadi penunjang sektor pariwisata di tanah kayong.

Hal ini pun berkaitan dengan potensi wisata yang dimiliki Kayong Utara yang tidak kalah dengan wilayah lain di Indonesia. Salah satunya pantai andalan di negeri bertuah yakni Pantai Pulau Datok. Pantai ini menjadi tempat pelaksanaan puncak Festival Sail Selat Karimata.

“Saya kira perlu ada penataan di beberapa tempat. Mungkin kebutuhan yang berkaitan dengan infrastruktur yang perlu difokuskan. Mungkin  pembangunan bandara,” kata dia.

Jokowi menilai konektivitas antar pulau dan ibukota provinsi sangat penting. Selain itu kehadiran bandara bisa menunjang pertumbuhan perekonomian. Dicontohkannya Natuna, Kepulauan Riau. “Paling barat saja seperti di Natuna sudah ada bandaranya,” kata dia.

Apalagi saat ini, jelas Jokowi, pemerintah sedang menggalakkan pembangunan bandara di daerah pinggiran Indonesia. Dalam tiga hari dia menyebutkan pemerintah akan membuka bandara di Miangas. Ini adalah pulau terluar Indonesia.

Pulau ini termasuk ke dalam Desa Miangas, kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, provinsi Sulawesi Utara.

Karena itu dia menilai pembangunan bandara tidak menjadi konektivitas antara daerah melainkan bisa membangun persatuan bangsa.

Mengenai hal ini, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kayong Utara Rusli merespon positif. Menurut dia, memang pembangunan bandara sudah direncanakan semasa kepemimpinan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan. Namun untuk bandara diharapkan tidak dibangun secara asal-asal-asalan tetapi harus dapat menunjang sektor pariwisata.

“Saat itu memang maunya Pak Jonan jangan membangun airport asal-asalan.  Misalnya untuk airport tersebut dapat langsung digunakan memberikan akses dari wisatawan. Contoh dari Singapura langsung ke Kayong. Untuk itu diharapkan dapat membangunn bandara secara sinergi, menjadi bandara khusus. Sebagai penunjang wisata di Kayong Utara,”sambungnya.

 

Rusli berharap hal ini dapat menjadi perhatian pemerintah pusat. Tujuannya, menurut dia agar dapat mempermudah para wisatawan yang memang akan berkunjung ke Kayong Utara.

“Lokasi awal pembangunan bandara yang direncanakan yakni di Penjalaan, Kecamatan Simpang Hilir. Mudah-mudahan hal ini dapat terwujud, dan mari sama-sama mendorong pemerintah pusat membangun bandara di tempat kita (Kayong Utara,Red),” katanya. 

 

Sepeda dari Jokowi

Momen  Sail Selat Karimata 2016 juga memberi kesan tersendiri bagi kalangan pelajar dan guru. Kemarin, seorang pelajar dan guru mendapat hadiah sepeda dari Presiden Joko Widodo. Hadiah itu diberikan setelah mereka bisa menjawab pertanyaan yang dilemparkan Jokowi.

Jokowi memberikan pertanyaan saat menyampaikan kata sambutan di pembukaan Festival Sail Selat Karimata di Pantai Pulau Datok, Kayong Utara.

Sambutan Jokowi berkaitan luas wilayah perairan dan jumlah pulau di Indonesia.

“Coba salah satu maju dan lari ke sini. Ada tidak anak-anak,” pinta Jokowi di tengah sambutannya.

 

Begitu pelajar berbaju pramuka tiba di podium, Jokowi pun memintanya untuk memperkenalkan diri sembari memberikan pertanyaan.

“Tadi saya sampaikan jika negara Indonesia memiliki 17 ribu pulau. Hapal tidak nama pulau,” tanya Jokowi.

 “Dari 17.000 ribu pulau, sebutkan 1.000 saja. Hapal tidak, kalau tidak 100. Kalau tidak hapal, sebut saja 10. Tidak hapal lagi, sebut saja lima pulau,” tambah dia.

“Pulau Datok, Seribu dan Belanggang (di Batu Ampar),” jawab pelajar bernama Dian Kusuma siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Babussa'adah Teluk Batang, Kayong Utara.

Dian sempat berhenti memberikan jawaban lantaran mengaku grogi berhadapan dengan Jokowi. Presiden meminta Dian untuk menyebutkan pulau besar lainnya.

“Pulau Kalimantan dan Sumatera,” jawabnya lagi. Usai menjawab, Jokowi pun meminta Dian untuk mengambil sepeda di belakang panggung.

Setelah Dian, Jokowi kembali memberikan hadiah sepeda untuk bagi yang bisa menjawab tentang perikanan. Jokowi meminta ibu-ibu untuk maju ke depan menjawab pertanyaan Jokowi.

“Tadi saya sudah menyebutkan masalah ikan. Jenis ikan banyak sekali dan sebutkan lima saja,” pinta Jokowi.

 

Wanita bernama Sumartini ini terlihat lancar menjawab pertanyaan Jokowi. “Ikan Tongkol, Tenggiri, Bawal, Kakap dan Semerah,” jawabnya.

 Namun Jokowi sempat kurang yakin dengan jawaban terakhirnya yakni Ikan Semerah. Jokowi meminta kepastian dari Bupati Kayong Utara atas jawaban Sumartini.

“Apa ikan semerah? Benar ada ikan itu. Apa benar bapak bupati ikan semerah ada,” tanya Jokowi.

“Owh ada. Ya sudah, ambil sepedanya di belakang. Terima kasih,” imbuh Jokowi.

Selanjutnya seorang guru juga maju mendekati podium. Jokowi meminta Dewi Sartika guru di SDN 34 Kayong Utara untuk menyebutkan lima kabupaten di Indonesia.

“Tadi pulau. Sekarang ada 516 kabupaten/Kota di Indonesia. Sebutkan lima saja di Indonesia,” kata dia

“Kalau guru SD jangan lima, sebut 100. Tapi sudah ya tak apa. Lima saja. Sebutkan di luar Kalimantan,” lanjut Jokowi.

Jawaban Dewi sempat mengundang gelak tawa tamu yang hadir. Lantaran ada beberapa daerah yang disebutkannya bukan sebagai kabupaten melainkan kota atau provinsi.

“Kota boleh dan banyak di Indonesia. Ulangi lagi jawabannya,” kata Jokowi.

 “Kayong Utara, Ketapang, Sintang, Pontianak dan Mempawah, Pekanbaru,” jawab dia.

 Meski sempat beberapa kali mengulang jawaban, tetap mendapatkan hadiah sepeda dari Jokowi.

“Sudah sana ambil sepedanya,” tutur Jokowi. (mse/dan)

Berita Terkait