Bangga Disangkutkan dengan Yamaha

Bangga Disangkutkan dengan Yamaha

  Kamis, 14 April 2016 09:07
Maverick Vinales

Berita Terkait

Vinales Pilih Fokus Suzuki dulu

AUSTIN-Desas-desus perpindahan juara bertahan Jorge Lorenzo dari Movistar Yamaha ke Ducati terus disangkut pautkan dengan nama pembalap Suzuki Maverick Vinales. Jika Lorenzo benar memutuskan angkat kaki dari Yamaha, Vinales diyakini jadi kandidat utama pengganti Lorenzo. Pembalap 21 tahun itu sendiri tidak mau berkomentar banyak. Dia hanya merasa terhormat dianggap layak menggantikan posisi sang juara bertahan.

“Jika aku ingat akan pemberitaan-pemberitaan itu, aku merasa diriku begitu baik,” ucapnya dilansir Autosport. “Ini seperti pressure yang membuatku terus termotivasi menemukan sesuatu yang lebih dari gaya membalapku,” tambahnya.

Suzuki sendiri sudah secara terbuka menginginkan pembalapnya itu bertahan. Bos Suzuki Davide Brivio mengatakan pihaknya terus melakukan segala upaya agar Vinales mau bertahan di Suzuki. Namun, dia juga mengakui semua keputusan akhir ada di tangan pembalap Spanyol itu. Keputusan masa depan Lorenzo sendiri kemungkinan besar bakal menemukan jawaban sebelum seri balapan keempat di Jerez 24 April mendatang diadakan.

Di tahun pertama membalap untuk Suzuki di MotoGP tahun lalu, Vinales langsung menyita perhatian. Dia finish di posisi 12 pada akhir musim. Tepat di bawah rekannya di Suzuki yang lebih berpengalaman yakni Aleix Espargaro.

Di tiga balapan pertama musim ini, penampilannya lebih menjanjikan.  Pada seri pertama di Qatar Vinales langsung memulai balapan dari grid terdepan di posisi tiga. Di akhir lomba dia finish keenam.

Setelah gagal finish karena terjatuh pada seri dua di Argentina, di GP Austin (10/4) dia kembali unjuk gigi dengan finish keempat. “Untuk sementara, hal yang harus aku lakukan adalah memberikan yang terbaik dengan motor yang aku tunggangi saat ini, Suzuki,” jelas Vinales.  

Sementara itu, Suzuki kemarin juga baru menyelesaikan sesi privat tes pasca balapan di sirkuit Austin. Di kesempatan  itu mereka melakukan komparasi dengan menggunakan dua motor yang menggunakan sasis 2015 dan 2016.

Vinales mendapatkan kejutan di sesi privat tes tersebut. Dia mendapat performa lebih baik dengan menggunakan motor bersasis 2016. Padahal, sejak balapan seri pertama musim ini, dia lebih memilih menggunakan motor dengan sasis 2015. Itu karena dia merasa lebih nyaman dengan sasis 2015.

“Sasis kami yang terbaru ternyata lebih baik. Aku terkejut. Pendapatku sebelumnya ternyata salah. Aku jadi ingin membunuh diriku sendiri,” ucap Vinales dilansir crash. 

Menurutnya, dengan sasis baru pengereman yang dia lakukan saat melahap tikungan berjalan lebih sempurna. Itu yang menjadi kendala Vinales di tiga seri awal kemarin. “Hasil ini membuat kami mempertimbangkan menggunakan sasis baru di (balapan) Jerez,” ucap Vinales. (irr)

Berita Terkait