Bandara Supadio Masih Lumpuh, Berikut Kronologi Penangannya

Bandara Supadio Masih Lumpuh, Berikut Kronologi Penangannya

  Minggu, 12 November 2017 20:21

Berita Terkait

ARUS transportasi udara Pontianak-Jakarta lumpuh total pada Minggu (12/11). Hal ini disebabkan sebagian landasan pacu tergenang air. Hujan lebat sehari sebelumnya disekitar kawasan bandara ditambah tingginya pasang laut, membuat debit air meninggi.

Ketinggian air disekitar bandara sudah diketahui sekitar pukul 05.30 Wib saat petugas inspeksi melakukan inspeksi rutin runway. Mereka menemukan adanya genangan air pada sta 1+525 - 1+840 sisi kanan runway dengan jarak 16 meter dari center lines yang berasal dari saluran air sekitar runway. Genangangan air ini akibat arus sungai pasang dan hujan lebat sehari sebelumnya.

Kejadian itu dilaporkan kepada EGM terkait hal tersebut. EGM bersama personil melaporkan kejadian tersebut kepada Briefing office untuk pembuatan Notam. EGM memutuskan untuk pembuatan Notam closed runway.

Upaya penanggulangan dilakukan dengan pemasangan sand bag pada bahu runway dan penyedotan air menggunakan pompa air dan foam tender. Sekitar pukul 07.30 wib EGM, GM airnav bersama Penerbang meninjau lokasi untuk berdiskusi apakah penerbang dapat take off atau tidak dengan kondisi yang ada. Pilot menyatakan tidak dapat take off dengan kondisi yang ada.

Hingga pukul 09.00 wib, air yang tergenang belum juga surut sehingga diajukan perpanjangan Notam selama 3 jam.

Sekitar pukul 10.00 Wib dilakukan pembuatan tanggul pada parit yang menuju runway strip. Kemudian pukul 12.00 Wib tim Basarnas datang di lokasi untuk bantuan pemasangan sand bag pada bahu runway. Hingga pukul 12.30 Wib air belum juga teratasi sehingga notam diperpanjang 3 kali 3 jam.

Hingga pukul 15.00 Wib s.d saat sekarang ini kondisi belum juga teratasi, runway masih closed. Sejumlah penerbangan membatalkan keberangkatan dan melakukan skedul ulang kepada penumpang.**

 

 

Berita Terkait