Bandara Lampu Kuning

Bandara Lampu Kuning

  Sabtu, 6 February 2016 09:42
Bandara Supadio. Foto Asep Haryono/ www.simplyasep,com

Berita Terkait

PONTIANAK - Aktivitas di Bandar Udara Supadio Pontianak semakin sibuk jelang tahun baru Imlek, Senin (8/2). Untuk urusan keamanan, otoritas bandara telah mengerahkan pengamanan yang lebih dibanding hari-hari biasanya.

“Status keamanan bandara saat ini masih lampu kuning. Memang tidak ada yang terlalu mengancam. Tetapi kita tetap waspada dengan meningkatkan kemanan untuk Imlek,” ungkap General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Supadio Pontianak Bayu Iswantoro kepada Pontianak Post.PT Angkasa Pura II memperketat keamanan dengan memaksimalkan K9 (brigade anjing pelacak) di Bandara Supadio. Tim anjing pelacak ini akan menyisir area bandara demi mencari benda-benda yang mencurigakan dan mengancam kesalamatan penumpang. Selain itu petugas Bandara diharapkan lebih siap dan waspada terhadap segala kemungkinan yang mengancam.

Demi menghadapi lonjakan penumpang tersebut, Bandara Supadio melakukan berbagai pembenahan. Pengecekan fasilitas AC, kelistrikan, x-ray, air, hingga memaksimalkan petugas kebersihan sudah dilakukan. Pihak pengelola juga menjalankan normalisasi saluran pembuangan air untuk antisipasi hujan berdebit tinggi. Begitu pula kelayakan runway sampai parkiran diperiksa.“Apalagi saat ini sedang musim hujan. Kelayakan perlu kita perhatikan. Kami sudah memeriksa, semua dalam kondisi baik,” ujarnya.

Dia memprediksi pada periode Imlek tahun ini, Bandara Supadio akan menampung 155.000 penumpang. Angka tersebut meningkat tajam dibanding momen serupa pada tahun lalu, yaitu sekira 140 ribu penumpang.“Jadi rata-rata kami melayani 10.000 penumpang per hari pada momen Imlek ini. Kebanyakan adalah warga Kalbar yang mudik Banyak pula wisatawan yang khusus datang untuk berkunjung menyaksikan festival Cap Go Meh di Singkawang,” ujarnya.

Meningkatnya jumlah penumpang berbanding lurus dengan trafik penerbangan. Diperkirakan akan ada 1500 penerbangan selama beberapa pekan di bulan ini. Angka ini juga lebih tinggi dari tahun lalu. Pada tahun 2015, angka penerbangan pada momen Imlek hanya 1.326 penerbangan saja. Tentu saja rute penerbangan yang mendominasi adalah Jakarta-Pontianak PP.

Bayu menyebutkan sejaun ini pihaknya sudah memberikan izin untuk penerbangan tambahan kepada tiga maskapai, dengan total 6 penerbangan tambahan. Maskapai yang mendapatkan extra flight adalah Garuda Indonesia (1), Sriwijaya Air (3) dan Lion Air (2). Extra flight tersebut sudah dimulai sejak Senin (1/2) lalu. “Semua extra flight ini untuk rute Jakarta-Pontianak PP. Karena memang rute ini yang paling tinggi permintaannya saat Imlek,” terang dia.

Selain itu untuk memeriahkan Imlek dan memberi kesan pada para penumpang, pihak bandara juga melakukan hal-hal menarik. Para petugas customer service pada bulan ini diwajibkan mengenakan pakaian tradisional Tionghoa, dengan tetap menjaga keramahan kepada penumpang. Bandara juga dirias dengan berbagai ornament oriental khas Imlek, seperti lampion, replika klenteng, hingga pohon mei hwa. Dari beranda, ruang check-in hingga ruang tunggu penumpang didandani. Bahkan ada pula pertunjukan barongsai pada tanggal 7 Februari. “Prinsipnya Supadio siap melayani Imlek di Pontianak dengan baik. Dengan menganut azas safety security services dan compliance,” ungkap Bayu. (ars)

Berita Terkait