Bandar Ong Bok Menantang Hukum Mati

Bandar Ong Bok Menantang Hukum Mati

  Rabu, 14 September 2016 09:30

Berita Terkait

SANGGAU-Dari lanjutan sidang kasus dugaan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 11,254 kilogram di Pengadilan Negeri Sanggau Selasa (13/9) kemarin, terdakwa Ong Bok Seong (67) yang berkewarganegaraan Malaysia secara pribadi menantang kepada majelis hakim memberikan hukuman mati kepadanya.

 
Hal tersebut diungkapkan terdakwa didepan majelis hakim pada persidangan kemarin yang diketuai hakim Didit Pambudi. Meski demikian, proses persidangan tetap akan berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada sampai dengan adanya putusan dari majelis hakim.

Harian ini coba mengkonfirmasi penasehat hukum terdakwa, Munawar Rahim SH. Dia membenarkan bahwa permintaan hukuman mati merupakan permintaan secara pribadi oleh terdakwa kepada majelis hakim.

“Iya, dia minta agar segera dihukum mati dengan cara ditembak pada kedua dadanya. Tapi saya harus tegaskan bahwa itu permintaan secara pribadi. Selaku penasehat hukumnya, saya tetap melakukan pembelaan atas terdakwa terkait dengan tuntutan yang diajukan oeh penuntut umum,” ungkapnya kepada Pontianak Post.

Pada sidang kemarin, Munawar Rahim telah membacakan pembelaan atas dua kliennya yakni Ong Bok Seong dan Abang Hendry Gunawan atas dugaan penyelundupan narkotika jenis sabu 11,254 dari perbtasan Indonesia-Malaysia di Entikong beberapa waktu lalu.

Terhadap Ong Bok Seong, dalam pembelaannya, Munawar menyampaikan tidak sependapat dengan tuntutan jaksa dengan dakwaan subsidair pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dimana jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman mati.

Menurutnya, dari fakta persidangan, bahwa terdakwa ong Bok Seong alias Uncle Ong bukan merupakan Bandar narkotika seperti yang dituntut oleh jaksa penuntut umum. Selain itu, terdakwa hanya seorang pembawa barang yang disuruh oleh seseorang bernama Apo dari Malaysia untuk disampaikan ke Pontianak.

Barang haram tersebut, lanjut dia, bukan milik terdakwa Ong Bok Seong. Terdakwa juga hanya menerima bayaran sebesar 7.000 ringgit Malaysia. Dan antara Ong Bok dan Abang Hendry Gunawan sebelumnya tidak pernah kenal.

“Atas fakta ini, saya selaku penasehat hukum meminta kepda majelis hakim untuk membebaskan terdakwa dari segala tuntutan jaksa penuntut umum karena tidak terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan menjual, membeli atau menjadi Bandar sabu dan atau percobaan pemufakatan jahat melalui tindak pidana narkotika,” terang Munawar.

Sementara itu, berkaitan dengan tuntutan 20 tahun penjara atas terdakwa Abang Hendry Gunawan, Munawar juga berkeberatan dan menyatakan tidak sependapat dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Setidaknya ada Sembilan hal yang disampaikan penasehat hukum terdakwa termasuk meminta majelis hakim untuk membebaskan terdakwa dari segala tuntutan jaksa penuntut umum.

“Sudah saya sampaikan Sembilan hal kepada majelis hakim atas pembelaan terhadap terdakwa Abang Hendry Gunawan, salah satunya terdakwa adalah seorang sopir yang disuruh oleh Faang untuk menjemput seseorang di Kuching, Malaysia untuk diantarkan ke Pontianak,” jelasnya.

“Terdakwa juga tidak bisa dikatakan melakukan percobaan bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika. Jadi, karena tuntutan jaksa saya anggap tidak sesuai dengan fakta persidangan, karenanya saya meminta dua klien saya dibebaskan,” tegasnya. (sgg)

Berita Terkait