Band Indie Kalbar Lemon Djin Manggung di Singapura

Band Indie Kalbar Lemon Djin Manggung di Singapura

  Senin, 14 December 2015 08:50
KONSER: Band Indie Pontianak Lemon Djin akan tampil di Singapura ISTIMEWA

Berita Terkait

Band indie asal Kalbar Lemon Djin akan menggelar konser Asia Tenggara dengan puncak acara di Singapura. Di sana mereka akan tampil bersama band-band asal Singapura, Australia dan Swedia.MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Lemon Djin digawangi empat anak muda enerjik asal Pontianak. Yakni Eza Valen (vokalis), Feris (ritem), Roger (gitar) dan Ozi (drum). Band ini terbentuk berawal dari pertemuan empat pemuda tersebut di Sintang, 2013 lalu. Mereka saat itu merantau sebagai pekerja di satu perusahaan. Kebetulan mereka memiliki hobi yang sama: bermusik. Dari situlah band beraliran crossover thrash itu dibentuk.

“Tepatnya di akhir tahun 2013 band ini terbentuk. Kami beri nama Lemon Djin. Semua personelnya asal Pontianak,” ucap Eza, ketika ditemui Pontianak Post di Studio Rekaman Kelinci Madu belum lama ini.
Ia menuturkan, terbentuknya band ini tak memakan waktu lama. Karena masing-masing personel nyatanya telah mempunyai hobi bermusik ketika masih di bangku sekolah dulu. Sebelum band ini terbentuk, secara individu masing-masing personel sering manggung baik festival musik ataupun parade band Pontianak.

Pengalaman nihil bermusik itu dimanfaatkan ke empat pemuda untuk membentuk band. Awalnya kata dia, band ini dibentuk sekadar melepas lelah usai bekerja. Sedikit waktu senggang itu lalu dimanfaatkan mereka untuk bermain musik, dengan memainkan lagu ciptaan milik mereka sendiri. Single ciptaan mereka yang pertama adalah “Lintas Melawi Berdebu”. Ide tercipta lagu itu justru datang dari pengalaman pribadi mereka, yang waktu itu melihat kondisi jalan Melawi ketika musim kemarau begitu berdebu dan memprihatinkan. Pesan lagu itu berupa kritikan pada pemerintah dimana sebagian besar suara masyarakat menyuarakan agar jalan dapat dibenahi.

“Melalui musik, kami dapat menyuarakan itu. Hasilnya, lagu ini sempat masuk koran media lokal di Sintang. Kenyataannya sekarang jalan tersebut kini sudah di aspal,” kenang pemilik usaha Kedai Kopi Lajak itu.Dari satu single itu mereka terus berkarya, dan sampai saat ini Lemon Djin telah memiliki tujuh lagu. Tujuh lagu itu sudah masuk dapur rekaman dan telah dibuat mini album yang dijual melalui satu komunitas.

Dari mini album itu, sedikitnya telah terjual 500 keping CD di wilayah Sintang. Tidak hanya itu, mereka kerap show di negara tetangga Malaysia, bergabung dengan band lain di beberapa negara.“Kami memang biasa main di negara tetangga. Namun untuk di Singapura ini baru kali pertama. Dan kami jadi perwakilan Kalimantan, yang membawa nama Indonesia. Nanti di sana ada perwakilan band dari Swedia, Australia, Singapura dan Indonesia. Mereka berasal dari berbagai genre,” terangnya.

Total trip itu ada 7 tempat, yaitu di Kuching, Penang, Sungai Petani, Ipoh, Melaka, Johor dan Kuala Lumpur Malaysia, satu tempat lainnya di Singapura dan berakhir di Pontianak.Banyak cerita untuk sampai ke sana. Hal itu berawal dari kali pertama mereka show di Kuala Lumpur bermain di acara tahunan bertajuk Rumah Api. Agar bisa manggung di sana, mereka sebelumnnya telah mengirimkan list lagu melalui email. Email berisi lagu itu ternyata diterima positif oleh penyelenggara acara. Akhirnya mereka sepakat mengundang bermain di Kuala Lumpur. “Itulah kali pertama bisa bermain di negara tetangga,” tukasnya.

Dari situ, lanjutnya tawaran demi tawaran untuk bermain di negara tetangga terus berdatangan. Bahkan nama Lemon Djin tidak hanya dikenal di satu wilayah saja, karena dari mulut ke mulut akhirnya sampai ke wilayah Penang lalu menyebar ke Sungai Petani dan Ipoh terus sampai terdengar ke Johor Baru dan terakhir sampai ke Singapura.

Untuk main di Singapura ini, mereka juga mengirimkan single demo. “Setelah didengar, ternyata mereka tertarik. Maka bisalah kami bermain ke sana. Nanti perwakilan Indonesia ada empat band. Tiga band dari Bandung. Dan Lemon Djin wakil Kalimantan,” ucapnya tersenyum. Musik mereka terbilang baru di Indonesia dengan mengusung aliran crossover thrash. Yaitu gabungan dari musik beraliran hard core, punk, dan metal maka jadilah lantunan musik tersebut dengan memainkan dengan speed yang tinggi. Sejauh ini genre musik ini termasuk baru, di Jakarta baru beberapa band memainkannya.

Di Singapura nanti, rencananya mereka akan memainkan 7 lagu sesuai dengan isi lagu di mini album mereka. Tidak hanya itu, sesampai mereka di sana, nanti juga menjual kepingan CD mini album itu. Mereka juga membawa visi dan misi untuk memperkenalkan produk mereka, seperti baju, topi dan produk lain dari produksi clotingan band nya serta beberapa milik teman di Pontianak.

“Band ini hanya sebagai kendaraan saja. Tujuan kami juga memperkenalkan produk kreatif agar dapat diterima masyarakat di negara tetangga. Dengan harapan kerja sama tercipta bukan hanya di jalur musik, tetapi dari produk kami ini juga dapat diterima. Dengan begitu ada perputaran ekonomi antar negara,” ucapnya.

Selain bermain di Singapura, mereka juga akan menyinggahi negara Malaysia dan bermain di sana. Total tempat yang akan disinggahi kurang lebih tujuh tempat. Ke depan rencananya mereka akan membuat satu album dan berharap musiknya dapat diterima di industri musik nasional. “Khusus manggung di negara orang, setelah dari Singapura, ada rencana untuk manggung di Thailand, setelah itu, Hongkong, Bangkok dan Japan,” ujarnya. (*)

 

Berita Terkait