Ban Michelin Bermasalah Lagi

Ban Michelin Bermasalah Lagi

  Minggu, 10 April 2016 10:12
LATIHAN : Marc Marquez saat menjalani sesi latihan bebas di Circuit of The Americas (8/4) di Austin, Texas. MIRCO LAZZARI GP/BONGARTS

Berita Terkait

TEXAS- Pemasok tunggal ban MotoGP Michelin terus saja memunculkan permasalahan baru di tengah waktu balapan yang sudah mepet. Pada sesi latihan hari pertama yang selesai dinihari kemarin (9/4) diketahui bahwa degradasi permukaan ban belakang terjadi tidak merata antara sisi kanan dan kiri.

Dari foto eksklusif yang didapat Motorsport dari motor tunggangan juara bertahan Jorge Lorenzo, terlihat terang sisi kanan mengalami pengikisan parah dibandingkan dengan yang kiri. Namun kondisi tersebut dilaporkan terjadi pada kondisi yang tidak stabil. Pada sesi latihan pertama kerusakan ditemukan sangat parah, kemudian sedikit membaik di 45 menit sesi kedua.

Bintang Repsol Honda yang mendominasi sesi latihan hari pertama merasakan serupa seperti Lorenzo. ''Masalah utamanya adalah ban belakang, sisi kanannya rusak parah. Kadang kondisi tersebut terjadi di FP1 karena trek masih kotor,'' ucapnya. 

Namun Marquez yang juga mengalami kecelakaan di FP2 yakin Michelin sudah memikirkan situasi tersebut dan mencari solusinya. Misalnya dengan meningkatkan tekanan udara pada ban atau cara lain.

Sirkuit Austin itu memiliki 20 tikungan, 11 ke kiri dan 9 ke kanan. Namun yang mengalami rusak parah adalah sisi kanan. Masalah tersebut juga tak segera mendapat jawaban karena di hari pertama latihan Michelin hanya menyediakan ban belakang dengan kompon lunak (soft). Sementara ban yang lebih keras baru datang di hari kedua latihan, Sabtu kemarin.

Dengan mendatangkan ban berkompon lebih keras belum juga ada jaminan bahwa kerusakan sisi kanan ban akan teratasi. Solusi di hari pertama, adalah dengan menggunakan ban lunak tekanan udaranya diturunkan agar mendapatkan cengkeraman lebih bagus. ''Namun reaksi langsungnya adalah degradasi ban jadi parah,'' imbuhnya. 

Marquez menyarankan, dengan menambahkan sedikit tekanan udara pada ban akan cukup untuk mengatasi masalah itu. Atau mungkin jika kondisi trek sudah semakin sering digunakan situasinya akan membaik. 

Saat Bridgestone masih menjadi pemasok ban MotoGP, pabrikan Jepang tersebut punya ban dengan kompon asimetris. Artinya permukaannya dibikin lebih tebal di satu sisinya. Ban jenis ini bisa dipakai untuk mengatasi masalah di trek-trek yang rakus pada salah satu sisi bannya.

Sesuai dengan rekornya sebagai raja Austin, Marquez menguasi sesi latihan hari pertama dengan sangat mendominasi. Pada dua kali sesi latihan berduari 45 menit itu catatan waktunya selalu gagal ditaklukkan pembalap lain. Yang terbaik adalah 2 menit 4,034 detik, lebih cepat 0,7 dibandingkan Andrea Iannone (Ducati) dan 0,8 detik di depan Maverick Vinales (Suzuki). 

Itu pula yang membuat rivalnya Valentino Rossi kembali melontarkan tuduhan keras. Rider Italiano tersebut menduga bahwa Marquez berbohong tentang kondisi motornya saat uji coba pra musim. Saat itu pembalap 23 tahun itu memang sering mengeluhkan performa motornya yang tak bisa berkompromi dengan paket regulasi baru, terkait sistem elektronik dan ban Michelin.

''Aku selalu menganggapnya berbahaya,'' ketus Rossi. ''Honda terlihat begitu kuat menurutku. Aku pikir saat dia berbicara tentang kesulitan (dengan motornya), Marquez sedang bermain-main dengan taktik. Dia tahu dengan baik seberapa kuat motornya,'' tukasnya.

Rossi juga memprediksi Marquez akan sangat sulit dikalahkan di Austin. Itu terlihat dari kenyamanan pembalap Spanyol itu di atas motornya sepanjang sesi latihan hari pertama. (cak)

Berita Terkait