Balita Diduga Diculik

Balita Diduga Diculik

  Kamis, 29 Oktober 2015 09:22
Gambar dari internet - family.fimela.com

Berita Terkait

PONTIANAK - Melvi Noviza Deka, bocah dua tahun tujuh bulan tiba-tiba hilang dari rumahnya di Gang Usaha, Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batu Layang, Pontianak, Rabu (28/10). Anak pasangan Deni Febriansyah dan Kartika itu diduga telah diculik.Orang tua korban bersama anggota keluarga telah berupaya mencari keberadaan anaknya, namun sejak pagi hingga siang anak mereka tak berhasil ditemukan. Hingga akhirnya, kasus tersebut pun langsung dilaporkan ke Polsek Pontianak Utara.

Dari informasi yang dihimpun, selain melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi juga menerjunkan anjing pelacak untuk menemukan petunjuk pelaku yang diduga menculik.Kapolsek Pontianak Utara AKP Ridwan Maliki mengatakan orang tua korban telah membuat laporan hilangnya anak mereka yang diduga diculik oleh orang tak dikenal.Dari laporan itu, lanjut dia, pihaknya langsung melakukan langkah-langkah pencarian petunjuk, diantaranya meminta keterangan dari salah satu anggota keluarga, yakni nenek korban, yang bersangkutan mengatakan, sekitar pukul 04.00 ia bangun dan melihat anaknya masih ada di dalam kamar tidur bersama ibunya.

Merasa tidak ada yang aneh, lanjut Ridwan, nenek korban kembali tidur. Namun, sekiranya pukul 06.00, tiba-tiba cucunya sudah tidak ada. "Pihak keluarga sudah mencari korban di rumah dan lingkungan sekitar tetapi korban tidak ditemukan," ucapnya.Ridwan menuturkan dari hasil olah tempat kejadian, saat kejadian rumah korban dalam keadaan terkunci, hanya ada satu bagian, yakni jendela depan yang terbuka. "Pada bagian jendela, setelah diperiksa, tidak ada tanda-tanda bekas dirusak," tuturnya.

Ridwan menyatakan terkait hilangnya seorang balita, yang diduga diculik, pihaknya sudah menurunkan anjing pelacak untuk mencari jejak pelaku penculikan. "Tentu diharapkan anjing pelacak yang kami turunkan dapat memberi petunjuk siapa pelaku pencurian anak pelapor," harapnya. Ridwan memastikan, polisi akan bekerja keras mengungkap dalang penculikan anak tersebut. "Semoga seluruh bukti dan petunjuk yang dibutuhkan dapat dikumpulkan, sehingga kami dapat memburu dan menangkap pelakunya dalam waktu dekat," terangnya.Sementara itu, Polsek Pontianak Kota dan Barat menggelar razia dan sosialisasi antisipasi aksi kejahatan jalanan, yang mulai marak terjadi di jalan dan perumahan.

Kapolsek Pontianak Kota AKP Raden Ricky Pratidinggrat mengatakan saat ini tengah gencar menggelar razia di sejumlah kawasan yang rawan terjadi kasus kejahatan, seperti pencurian sepeda motor, pencurian dengan kekerasan dan kejahatan lainnya.Dia menjelaskan dari hasil razia yang dilaksanakan malam kemarin, hanya ditemukan dua kendaraan yang tidak memiliki surat-surat. "Razia ini dilakukan untuk menekan dan antisipasi terjadinya kejahatan," kata Ricky, Rabu (28/10).Ricky menyatakan sasaran razia adalah untuk mencegah cegah terjadi korban pencurian dengan kekerasan. "Razia akan dilakukan secara rutin, untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat," ucapnya.

Ricky mengimbau kepada masyarakat untuk ikut serta mmbantu tugas kepolisian dengan meningkatkan keamanan dan ketertiban. "Segera laporkan, jika memang mengetahui dan melihat ada orang yang diduga akan melakukan aksi kejahatan," imbaunya. Kapolsek Pontianak Utara AKP, Ridwan Maliki mengatakan untuk di wilayah hukumnya, ia telah memerintahkan anggota untuk turun langsung ke lapangan melakukan patroli di wilayah kelurahan. "Ini salah satu upaya pencegahan terjadinya kejahatan," kata, Ridwan.

Dia menjelaskan, selain menurunkan personil, pihaknya juga memasang spandung himbauan yang berisikan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan baik di rumah maupun saat berada di luar. "Karena biasanya target korban adalah perempuan, maka kami mengimbau agar lebih hati-hati," ucapnya.Menurut Ridwan peran yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu menekan aksi kejahatan adalah dengan menghilangkan kesempatan para pelaku, yakni dengan cara membawa dan menyimpan barang bawaan lebih hati-hati dan tidak menggunakan perhiasan yang menonjol. (adg)

 

Berita Terkait