Bali Clean Energy Forum 2016 , Cornelis Tandatangani MoU PLTS 100 MW

Bali Clean Energy Forum 2016 , Cornelis Tandatangani MoU PLTS 100 MW

  Jumat, 12 February 2016 08:48
Foto Humas Pemprov

Berita Terkait

BALI - Gubernur Kalbar Cornelis menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Nikko Securities untuk pembiayaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kalbar berkapasitas 100 MW pada Kamis (11/2). Dalam penandatanganan itu disaksikan Menteri ESDM Sudirman Said dan pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain Kalbar ada delapan provinsi yang turut dalam kesepakatan tersebut di antaranya DI Yogyakarta, Sumbar, Riau dan Sulut. Dalam kesepakatan dengan tenor empat tahun tersebut, Pemprov Kalbar antara lain disyaratkan menyediakan lahan yang bebas dari sengketa (clean and clear), peraturan yang menjadi payung hukum, dan sosialisasi ke masyarakat.

Sementara pihak PT Nikko Securities akan menyediakan wadah investasi bagi institusi keuangan nonbank dalam Program Percepatan Pengembangan PLTS. Di samping itu, perusahaan pembiayaan ini akan melakukan pengelolaan dana investasi dalam Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), menentukan IPP-PLTS (Independent Power Producer - PLTS) yang menjadi pelaksana Program Percepatan PLTS, dan mengkoordinasikan perusahaan IPP-PLTS berdasarkan target kapasitas 100 MW yang dilaksanakan sesuai feasibility study.

Cornelis sendiri menyatakan besaran kapasitas 100 MW yang disepakati belum mencukupi kebutuhan listrik  di wilayah Kalbar. "Belum cukup. Kita masih akan tingkatkan lagi," ujarnya. "Ini kan baru permulaan."Menurut Cornelis, panel PLTS akan dibangun di daerah pedalaman yang tidak terjangkau jaringan listrik. "Kita akan bangun PLTS di daerah pedalaman yang ndak ada jaringan (listrik) nya. Juga di daerah pesisir terpencil dan kawasan terluar. Ini kan masih banyak titik-titiknya. Kalau kita tidak melakukan terobosan seperti ini, kapan masyarakat di sana menikmati listrik?"

Dari sembilan gubernur yang diundang melakukan MoU, hanya Gubernur Kalbar Cornelis dan Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang hadir langsung menandatangani MoU. Sementara tujuh provinsi lainnya diwakili oleh pejabat setingkat eselon 2."Harus hadirlah. Ini kan menyangkut hajat hidup masyarakat langsung. Sebagai gubernur kita mesti lihat lihat kegiatannya strategis apa ndak. Saya juga akan hadir di istana besok (hari ini -red) mengikuti pelantikan (7 orang) gubernur," ujarnya sambil tersenyum.

Ajang Bali Clean Energy Forum 2016 diinisiasi oleh International Energy Agency (IEA) dan Kementerian ESDM yang menghimpun pelaku usaha energi terbarukan dari berbagai  negara. Berbagai acara dan pameran yang diadakan di Bali Nusa Dua Convention Centre (11-12 Feb 2016) dibuka  oleh Wapres Yusuf Kalla. (humas pemprov)

Berita Terkait