Bakwan Bumbu Dijual via Sosmed

Bakwan Bumbu Dijual via Sosmed

  Jumat, 24 June 2016 10:01
IDE BARU: Ibu Lusiana Lokada bersama produk andalan Bakwan Bumbu Bangge. Bisnis satu ini menawarkan cara baru mengonsumsi bakwan. ISTIMEWA

Berita Terkait

Industri kuliner unik semakin marak di Kota Pontianak. Pengusaha kreatif berlomba hadirkan inovasi baru dalam setiap produknya. Pria satu ini berusaha berinovasi lewat bisnis bakwan miliknya. Dia memasarkan produknya via media sosial.

MIFTAHUL KHAIR, Pontianak Post

KEBERANIAN para pengusaha Pontianak kini semakin terlihat lewat karya mereka dalam bentuk bisnis kuliner yang selalu mengundang mata para pembeli untuk sekedar singgah ke lapak mereka.

Entah dengan inovasi menu dan bumbu makanan. Ataupun dengan menampilkan cara penyajian dan penjualan yang unik. Bukan saja unik, tetapi juga baru ditemukan di kota ini.

Sebagai salah satu surganya kuliner nusantara, kota ini membius pria muda bernama Gusti Hendra Pratama (27) untuk melahirkan bisnis bakwan sejak dua bulan lalu. “Awalnya bisa dibilang hanya iseng,” katanya menceritakan awal ia menciptakan bisnis Bakwan Bumbu Bang Gusti Enda yang ia singkat menjadi “Bumbu Bangge”.

Usahanya berhasil terealisasi berkat bantuan sang ibu, Lusiana Lokada, yang memang memiliki hobi masak. Dari tangan Lusiana lahir berbagai masakan lezat. Dikatakan Enda, panggilan karibnya, olahan rahasia dari ibu telah mengilhaminya membuat bisnis bakwan ini.

“Mama yang memang hobinya memasak dan selalu mencita rasakan makanan lewat bumbu olahan rahasia yang beliau buat sendiri akhirnya saya menemukan ide dan mengajak beliau untuk membuka usaha,” terangnya kepada Pontianak Post Rabu (23/6) malam.

Ide membuka usahanya pun dimulai bersama sahabatnya Dasta Davira (28). Dasta dipercayanya sebagai pengelola keuangan bisnis ini. Kepercayaan itu lahir karena Dasta kini sedang berkuliah di jurusan akuntansi di salah satu perguruan tinggi di Pontianak.

Bisnis bakwan seperti sudah biasa terdengar bagi masyarakat Pontianak. Bagaimana tidak, masyarakat dapat menemukan gerobak pinggir jalan yang menjajakan gorengan favorit ini. Terlebih pada Bulan Ramadhan ini. Semakin banyak warga yang menjajakan gorengan itu sebagai takjil berbuka puasa. “Tapi bagaimana caranya kami membuat bisnis bakwan yang tidak biasa,” tuturnya.

Berbicara modal, ia mengaku memulai dengan merogoh kocek sendiri. Prinsip itu ia tekuni karena ia ingin lebih fokus pada rencana usaha dan pengembangan produknya. Perputaran uang pun lebih banyak terjadi setiap harinya dalam produksi. “Misalkan belanja bahan baku dan bahan pembantu lain,” jelasnya.

Bakwannya lalu dibanderol dengan harga Rp10.000 per bungkusnya. Satu bungkusnya berisi enam bakwan ditambah saus bumbu kacang. Berjalan dua bulan, tanggapan masyarakat pun dirasa cukup positif dengan hadirnya bisnis ini.

“Dengan respon yang positif, serta tanggapan yang baik dari semua pelanggan yang telah mencoba bakwan Bumbu BangGe, alhamdulillah kami jadi berupaya untuk mengembangkan rasa dan tetap menjaga kualitas rasa serta kemasan yang berbeda dari jenis panganan lain yang serupa,” ucap pria berkacamata ini.

Ia lalu menawarkan beberapa bakwan yang kala itu dibawanya sebagai sampel. “Cita rasa khas melayu sangat kental di bakwan ini. Terbuat dari adonan tepung, potongan daun bawang, jagung, dengan taburan udang ebi di atasnya.”

Dalam kemasan plastik itu disisipi kantong kecil bumbu kacang yang langsung dibuat untuk setiap porsi yang dibuat. agar makanan yang kami jual terasa berbeda dan segar.

Sehari-harinya, ia memproduksi bisnis rintisan ini di Jalan Hos Cokroaminoto Gang Kasut nomor 4. Metode penjualannya pun masih menggunakan sistem pesan antar melalui media sosial.

Ia pun mengandalkan mesia sosial instagram sebagai salah satu media pemasaran. Melalui akun @bakwanbangge. “Juga untuk memudahkan pembeli/pelanggan dalam waktu dekat semoga sudah bisa membuka outlet sendiri,” harapnya.

Ia lalu menjaring pasar sebagai kekuatan promosi di dalam industri yang mereka ciptakan sebagai daya tawar baru wisata kuliner Pontianak. Karena bakwan sudah sangat lekat di lidah dan bukan menu baru dalam industri kuliner kota pontianak. “Maka kami menjaring semua pelanggan yang ada dan penikmatnya juga bisa untuk semua kalangan,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait