Bakal Hadir Taman Mangrove di Sukadana

Bakal Hadir Taman Mangrove di Sukadana

  Selasa, 25 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

Jadi Lokasi Wisata Baru Kayong Utara

SUKADANA – Guna mendongrak pegiat wisata di Kabupaten Kayong Utara, pemerintah setempat telah mengemas lokasi wisata dengan tema ekowisata mangrove. Lokasi wisata tersebut saat ini masih dalam proses pengerjaan perampungan.

Mengenai hal ini, kepala Bidang (Kabid) Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kayong Utara, Hendra, menjelaskan jika luas hutan mangrove tersebut sekitar 41 hektare.  Dan untuk saat ini, sambung dia, terdapat beberapa jenis mangrove yang tumbuh di sekitar kawasan tempat pelelangan ikan (TPI). Adapun untuk jenis-jenisnya, disebutkan dia, meliputi nyirih (xylocarpus), perepat (sonneratia), buta buta (excoecaria), dan bakau (rhizopora). Hendra menambahkan wisata hutan tepi pantai tersebut menjadi destinasi wisata terbaru di Kabupaten Kayong Utara. Harapan dia, kehadirannya dapat meningkatkan jumlah wisatawan dari berbagai daerah ke kabupaten ini.

“Lokasi wisata tersebut tentunya dapat dinikmati oleh masyarakat, yaitu wisata alam mangrove yang asri dengan luas seluruhnya kurang lebih 41 hektare dan mungkin sudah ratusan tahun ada, dengan ditandai pohon mangrove dengan garis lingkar pohon terbesar tercatat 420 sentimeter,” kata dia. Diungkapkan dia, jika di kawasan ini terdapat fauna seperti kera, burung, biawak, dan lain sebagainya.

Untuk pengelolaan sehingga menjadi tempat wisata, diharapkan dia, dari sana dapat ditarik retribusi, sehingga memberikan pemasukan bagi daerah. Hal tersebut tentunya menjadi, diakui dia, menjadi kewenangan instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pariwisata setempat. Karena, sambung dia, instansinya sendiri hanya dapat mengembangkan daerah pesisir yang dapat dikelola menjadi tempat wisata, dengan menggaet Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pariwisata. Hingga saat ini, dipastikan dia jika wisata hutan mangrove tersebut, terbuka untuk umum. Siapapun, menurut dia, bisa berkunjung ke sana untuk menikmati keindahan panoramanya.

“Pengelolaan wisata mungkin akan dikelola dinas yang menangani wisata. DKP merencanakan pengembangan daerah pesisir termasuk mangrove. Yang bangun (Dinas) PU. Menurut saya mungkn saja bisa ditarik biaya sebagai tempat wisata mangrove seperti daerah lain di Indonesia, tentunya harus ada regulasi yang mengaturnya terlebih dahulu,” sambungnya.

Hendra berharap wisata mangrove ini dapat menambah jumlah objek wisata yang ada di Kabupaten Kayong Utara. “Dengan bertambahnya destinasi wisata di Kayong Utara, dapat lebih meningkatkan kunjungan wisatawan untuk datang. Hal tersebut tentunya dapat meningkatkan kunjungan wisata, (sehingga)  pendapatan warga sekitar pun akan meningkat pula. Begitu juga dengan pendapatan daerah,” sambungnya.

Terpisah, salah satu pengujung, Rudi (27) mengaku, saat ini Kabupaten Kayong Utara sudah mengalami perubahan yang signifikan. Apalagi, diharapkan dia, dengan hadirnya lokasi wisata taman mangrove. “Mudah-mudahan dengan adanya lokasi wisata yang baru ini, selain pantai benar-benar berdampak kepada masyarakat, dan daerah ini (Kayong Utara, Red),” harapnya. (dan)

Berita Terkait