Bahaya Merokok , 10 Juta per Tahun

Bahaya Merokok , 10 Juta per Tahun

  Rabu, 9 December 2015 10:13
PENCEGAHAN MEROKOK : Para peserta diajak melakuka gerakan senam sehat dalam upaya pencegahan merokok

Berita Terkait

WORLD Health Organization (WHO) memprediksikan konsumsi rokok akan membunuh 10 juta orang per tahun. Jumlah perokok di Indonesia sendiri telah mencapai 36, 1 persen atau 61 juta orang.Fakta ini diungkapkan Asisten Tata Praja, Iis Iskandar pada penyuluhan pencegahan dan pengendalian konsumsi rokok, Selasa (8/12) di Aula Kantor Bupati Mempawah.

Penyuluhan yang digelar Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Mempawah diikuti 50 peserta yang berasal dari seluruh satuan kerja perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah. “Saat ini, rokok masih menjadi primadona bagi  masyarakat. Mulai dari kalangan orang tua, remaja, bahkan anak-anak. Secara umum, kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Perlahan tapi pasti, para perokok terancam berbagai penyakit berbahaya,” kata Iis.

Iis mengungkapkan, konsumsi rokok tidak hanya mengancam kesehatan si perokok itu sendiri melainkan juga orang disekitarnya. Sebab, asap rokok mengandung berbagai banyak zat kimia berbahaya, di antaranya Nikotin dan Tar.“Nikotin itu racun saraf yang sering digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis racun serangga. Pada konsentrasi rendah, zat tersebut dapat membuat seseorang ketagihan. Sedangkan Tar, mengandung beribu bahan kimia yang bersifat karsinogen atau memicu kanker. Namun tidak hanya itu. Di dalam rokok juga terkandung banyak zat kimia berbahaya lainnya,” ungkapnya.

Akibat kandungan zat berbahaya itu, sambung Iis, maka berbagai penyakit mengancam para pekok aktif maupun pasif. Seperti, kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan serta janin bagiwanita yang sedang hamil.“Karenanya perlu langkah  strategis yakni, memberikan pengetahuan dan pemberdayaan mengenai cara pencegahan serta pengendalian konsumsi rokok maupun produk tembakau. Kemudian, memberantas peredaran rokok ilegal. Serta melakukan penegakan hukum kawasan bebas rokok dengan menetapkan surat edaran atau peraturan daerah,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Peran Serta Masyarakat Dinas Kesehatan Mempawah, Utin Erni Savitri menyebut sehat, bugar, dan kaya merupakan hasil yang didapat bagi mereka yang tidak merokok. Sebab, tubuh yang sehat dan bugar bisa mencari nafkah untuk keperluan hidup. “Sedangkan bagi perokok akan terserang penyakit, tidak optimal mencari nafkah, dan pada akhirnya uang hasil bekerja juga terbuang untuk membeli rokok. Bahkan mereka yang kecanduan merokok bisa menjadi

gampang marah, rendah kinerja, bahkan menurun tingkat ekonominya karena ketergantungan pada rokok,” terangnya.Salah seorang satu peserta penyuluhan, Munadi memberikan mengapresiasi atas kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Mempawah tersebut. Sebab, materi dan motivasi yang disampaikan oleh narasumber sangat penting dan menarik untuk disimak. Dia pun berharap ketergantungannya pada rokok dapat dihilangkan.

“Kalau tidak merokok bawaannya lemas. Tapi saya ingin bisa lepas dari ketagihan ini. Makanya acara penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah daerah ini sangat baik khususnya bagi para perokok. Metode penyampaian dari narasumber juga sangat menarik. Semoga saya bisa segera bias berhenti merokok,” harapnya.Penyuluhan diisi dengan pemaparan narasumber dari Polres Mempawah, Dinas Kesehatan dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Mempawah.(wah)

Berita Terkait