Bahaya Kutil Kelamin

Bahaya Kutil Kelamin

  Jumat, 16 September 2016 10:43

Berita Terkait

Kutil kelamin merupakan penyakit seksual menular yang paling umum. Penyebabnya adalah human papillomavirus (HPV). Secara kuantitas, penderita penyakit ini cukup banyak, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tertularnya penyakit seksual.

Oleh : Marsita Riandini

Penyakit kutil kelamin adalah pertumbuhan kutil yang terjadi di dalam dan di sekitar wilayah genital pria maupun perempuan. Kutil yang bertumbuh ini dicirikan dalam beberapa ukuran bervariasi, dari ukuran yang sangat besar hingga yang tak terlihat dengan mata telanjang manusia. Lalu apa yang harus dilakukan bagi penderita penyakit ini? 

Dokter Yuliana Teguh, Sp.KK  mengatakan secara medis penyakit ini dikenal dengan sebutan kondiloma akuminata. Tetapi ada pula yang menyebutnya dengan nama kutil kelamin ataupun penyakit jengger ayam. 

“Kenapa disebut jengger ayam, sebab ada tumbuh bintil-bintil di area kelaminnya. Awalnya kecil, tidak merasa sakit. Lama-lama semakin banyak, menumpuk menjadi lebar lalu membentuk seperti jengger ayam,” jelas Yuliana ketika ditemui di Klinik Yu-Tee di Jalan AR Saleh (BLKI). 

Perkembangannya akan cepat sekali ketika sudah tumbuh bintil, yakni tiga sampai delapan bulan. Pada wanita bisa sampai menutupi liang kewanitaannya. 

“Apalagi jika wanita yang menderita penyakit ini sering mengalami keputihan, maka akan semakin cepat perkembangannya. Itu sebabnya harus segera ditangani,” ungkapnya.

Sayangnya, banyak pasien yang baru sadar untuk  melakukan pengobatan ketika sudah parah. “Kasus ini cukup banyak. Makanya 15 Oktober mendatang kami akan melakukan seminar terkait kutil kelamin ini. Sebab ada satu pemeriksaan laboratorium terbaru melalui pemeriksaan secara genetik, bisa mendeteksi seseorang baik pria atau pun wanita HPV-nya sudah berada pada tipe berapa,” tutur Yuliana. 

Penyakit ini termasuk infeksi menular seksual. Karena rata-rata dari hasil penelitian banyak yang tertular melalui hubungan seksual. Apalagi saat berhubungan terjadi mikrolesi atau luka akibat gesekan-gesekan yang memungkinkan tertular, baik itu adanya hubungan seksual melalui genito genital (dari kelamin dengan kelamin), ano-genital (anus dengan kelamin), dan aro-genital ( mulut dengan kelamin) . 

“Tingkatan yang frekuensinya lebih banyak itu pada mereka yang melakukan hubungan seksual melalui genito-genital. Untuk yang ano-genital biasanya pasangan sejenis yang melakukan hubungan lewat anus, sedangkan yang lewat oral lebih sedikit tetapi ada,” ujarnya.

Seseorang yang sudah memiliki virus HPV dalam tubuhnya, kemungkinan akan menularkan pada pasangannya. “Makanya ketika ada pasien yang datang, saya tanya dulu dia sudah punya pasangan tetap apa belum. Sudah menikah apa belum. Kalau sudah, pasangannya harus ikut diperiksa dan diobati jika ternyata tertular,” ungkapnya.

Yuliana menyatakan perlu waktu cukup lama untuk mencapai keberhasilan terapi yang maksimal.“Kutil kelamin yang terjadi belum setahun lebih mudah untuk di terapi. 

“Tetapi kalau yang sudah besar, lebih dari satu tahun biasanya akan lebih sulit dan kekambuhannya lebih tinggi,” paparnya.

Saat ini ada vaksin yang dapat mengatasi HPV. Ada vaksin yang hanya mampu mengatasi dua virus saja, tetapi ada pula vaksin yang bisa mengatasi empat virus. “Saya anjurkan ambil vaksin yang komplit agar lebih maksimal,” pungkasnya. **

Berita Terkait