Bahaya Gangguan Menelan karena Infeksi

Bahaya Gangguan Menelan karena Infeksi

  Jumat, 19 February 2016 07:48

Berita Terkait

Tubuh manusia rentan mengalami berbagai gangguan. Dari yang ringan hingga yang berat. Salah satunya gangguan menelan. Terdengar sepele tapi gangguan ini membuat seseorang kesulitan makan. Pada akhirnya dapat memunculkan penyakit lainnya. Oleh : Marsita Riandini

Saat menelan, seseorang membutuhkan kinerja yang baik dari otot-otot di kerongkongan, wajah, lidah dan langit-langit mulut. Jika ternyata ada gangguan atau kelainan pada salah satu organ ini akan mengganggu proses menelan.Siapa saja bisa mengalami gangguan menelan ini. Dari anak-anak hingga orang dewasa. Tetapi umumnya orang dewasa yang lebih sering mengalami hal tersebut. Jangan abaikan kesulitan menelan, terutama jika penyebabnya bukan demam biasa. Demikian yang disampaikan oleh dr. Eva Nurfarihah, Sp.THT-KL., M.Kes menjawab For Her.

Gangguan menelan dalam istilah kedokterannya ada yang disebut odinophagi,  artinya nyeri saat menelan. Pasien yang mengalami gangguan menelan ini, lanjut dia akan kesulitan makan dan minum. “Pasien masih bisa makan dan minum tapi terasa nyeri. Sehingga proses makan dan minumnya terhambat,” ucap dia.Ada pula  yang disebut dysphagia. Pasien yang mengalami dysphagia akan mengalami masalah yang lebih lebih berat. Bukan hanya sulit makan dan minum, tetapi pasien sama sekali tidak bisa menelan. “Apapun yang mau dimakan dan diminumnya tidak bisa masuk,” tambahnya.

Penyebab seseorang mengalami gangguan menelan bisa bermacam-macam. Salah  satunya karena infeksi. “Infeksi bisa dari gigi, amandel, pharing: saluran tenggorokan juga bisa menyebabkan seseorang sulit untuk menelan makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulutnya,” ucap dokter di RS. Mitra Medika Pontianak ini.

Biasanya, lanjut Eva infeksi yang tidak diobati atau diobati tetapi tidak tuntas dapat menyebabkan abses, yaitu berkumpulnya nanah di lapisan jaringan mukosa. “Bisa abses di amandel, di rongga mulut atau bahkan dari gigi,” kata dia.

Abses bisa meluas, tidak hanya di satu tempat. Misalnya dari gigi atau dari amandel bisa menimbulkan abses sampai ke tenggorokan, dagu, pipi, leher bahkan bisa meluas ke daerah dada. Akibat adanya abses tersebut, pasien akan sulit membuka mulut, berliur terus karena tidak bisa menelan liurnya akibat nyeri yang dirasakan. Tidak bisa makan dan minum. “Jika sudah abses, pasien harus dirawat inap dan pengobatannya dengan cara injeksi dan infus. Bahkan sering harus dilakukan operasi dalam bius umum, untuk mengeluarkan nanahnya,” beritahunya.

Eva mengatakan, bila nanahnya terhirup ke saluran nafas dapat berbahaya menyebabkan aspirasi paru-paru, infeksi bertambah parah, bahkan bisa menimbulkan kematian. Pasien dengan abses di ruang leher juga dapat menjadi sesak dan sulit bernafas. “Nanah yang berkumpul menghalangi aliran nafas. Tak sedikit pasien abses di ruang leher perlu dilakukan tracheostomi yaitu membuat lubang di trachea atau di daerah jakun, agar pasiennya bisa bernafas. Selain itu, juga mencegah nanahnya tidak masuk ke saluran pernafasan ketika absesnya pecah,” jelasnya panjang lebar.

Untuk mencegah agar tidak sampai timbul abses, maka yang menjadi sumber infeksinya harus segera diobati dengan tuntas. Misalnya bila penyebabnya gigi yang berlubang harus berobat ke dokter gigi untuk ditambal atau dicabut atau untuk mendapat perawatan gigi. “Bila penyebabnya amandel, amandel yang beukuran besar dan sering infeksi harus dioperasi. Bila penyebabnya tumor tergantung jenis tumornya. Jika perlu bisa dikemoterapi atau radioterapi,” pungkasnya. **  

Berita Terkait