Badan Otorita Pariwisata, Solusi Cerdas untuk Labuan Bajo

Badan Otorita Pariwisata, Solusi Cerdas untuk Labuan Bajo

  Jumat, 8 April 2016 15:47
foto: www.indonesia.travel

Berita Terkait

JAKARTA -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mempertimbangkan untuk membentuk Badan Otorita Flores demi mempercepat pembangunan Labuan Bajo sebagai 10 Top Destinasi.
Gagasan ini terungkap dalam  Focus Group Discussion (FGD) di Sebayur Room, Luwansa Hotel. FGD menghadirkan semua pemangku kepentingan. Targetnya, mengintegrasikan rencana untk pengelolaan ekowisata Flores.
"Setelah itu, pembentukan tim percepatan daerah," kata Shana Fatina, anggota Pokja Tim 10 Destinasi.
Bupati Manggarai Timur Drs Yoseph Tote M.Si meyakinkan peserta FGD betapa sektor wisata harus digenjot untuk menaikan pertumbuhan ekonomi lokal secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
"Labuan Bajo sebagai pusat pengembangan destinasi wisata Flores diharapkan dapat menghidupkan industri lokal dengan segera," kata Bupati Tote.
Frans Teguh, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar, mengungkapkan pihaknya berkewajiban membangun ekowisata Flores yang berkelanjutan, dengan memperhitungkan carrying capacity dan ditribusi wisatawan.
"Atraksi pariwisata Flores berkelas dunia, tapi aksesibilitas dan amenitas masih kelas lokal. Itulah yang akan kita cari solusinya," ungkap Frans.
Menurut Teguh, solusi paling tepat adalah membentuk badan otorita sebagai akselerator pembangunan kawasan wisata Flores yang bersifat borderless. Sehingga, setiap kabupaten saling terhubung.
Tito Setyawan, sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Bidang Maritim, Badan Otorita bersifat otoritatif dan koordinatif, serta pendorong kemajuan.
Tachrir Fathoni, Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengatakan koordinasi tidak hanya antarpemerintah daerah tapi juga antarkementerian. Wisata Flores, menurutnya, berbasis alam dan lingkungan sehingga harus diperhitungkan carrying capacity agar tak merusak habitat satwa di dalamnya.
"Perlu ada koordinasi dan integrasi sistem pengelolaan Taman Nasional Komodo dengan Kabupaten Manggarai Barat, dan destinasi lainnya," kata Tachrir. "Jadi, harus ada riset."
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yakin tidak butuh waktu lama membentuk Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo dengan ikon Komodo-nya. "Flores telah merasakan dampak pengembangan pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Arief Yahya.**

Berita Terkait