Bacok Sendiri Gunakan Pisau Dapur, Polisi Tetapkan Ast Tersangka

Bacok Sendiri Gunakan Pisau Dapur, Polisi Tetapkan Ast Tersangka

  Sabtu, 13 February 2016 10:27
DIAMANKAN: Ast saat berada di Mapolres kemarin.MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Setelah menjalani pemeriksaan intensif, akhirnya Ast ditetapkan penyidik Polres Kapuas Hulu sebagai tersangka penggelapan uang Orang Muda Katolik (OMK) dan pembuat laporan polisi palsu. Putra kepala cabang salah satu Bank di Putussibau ini diancam dengan pasal berlapis, yakni terkait laporan palsu dan penggelapan uang dengan ancaman empat dan lima tahun penjara.

Saat ditemui wartawan di Mapolres Kapuas Hulu, lulusan teknik mesin inudstri dengan nilai IPK 3 ini mengaku semua perbuatannya yang telah merekayasa perampokan uang OMK senilai Rp 30 juta dan aksi tersebut sudah direncanakannya sebelumnya."Saya sudah pusing karena uang itu saya pakai untuk judi online, sementara saya tak ada uang lagi untuk menggantinya," ungkap Ast Jumat (12/02).

Karena uang sudah habis dan tidak ada uang untuk menggantinya, Ast mengaku kalap tanpa berfikir panjang ia berinisiatif membuat rekayasa perampokan dengan memposisikan dirinya sebagai korban pencurian dengan kekerasan."Saya bawa pisau dapur dari rumah, lalu saya bacok ke punggung saya tiga kali di sebelah kiri. Saat melakukan pembacokan itu, saya di jalan sudah agak malam," tuturnya.

Setelah membacok punggung diri sendiri pada Selasa (9/2) malam, ia lalu membuang alat bukti pisau tersebut disekitar tempat kejadian. Setelah itu ia pulang kerumah sambil menahan perih akibat terluka karena tusukan tersebut."Saya membacok diri di dekat cafe Doi, luka tusukan cukup panjang dengan 25 jahitan dan kedalaman rata-rata 2 sampai 3 mili," ungkap Ast semabri menunduk kepala.

Setelah sampai dirumah, sambung Ast lagi, ia langsung masuk ke kamar dan tidak memberitahukan peristiwa tersebut kepada orang tuanya, mengingat saat itu kedua orang tuannya sedang tertidur pulas.“Keesokan harinya orang tua baru nanya kenapa terluka, saya ceritalah kalau saya dirampok. Kemudian orang tua saya menyuruh saya berobat dan membuat laporan ke kepolisian," ungkapnya.

Ast mengaku jabatannya di OMK sebagai Ketua OMK Putussibau, berhubung karena bendaharanya sedang tidak berada ditempat karena sedang bekerja sebagai bidan di Danau Sentarum. Maka uang tersebut dipeganglah olehnya. Uang tersebut merupakan sisa uang hasil natal, rencananya uang itu akandigunakan untuk membayar kursi yang dipesan sebelumnya sesuai kesepakatan pengurus OMK.

"Pada natal tahun lalu saya dipercayakan sebagai wakil ketua panitia natal,” jelasnya. Ast mengaku nekat membacok dirinya sendiri agar orang percaya ia benar-benar dirampok. Ast mengaku sudah mulai bermain judi online sejak tahun 2012 lalu pada saat ia menempuh pendidikan perguruan tinggi di Solo. Dulu ia main judi online dengan modal Rp 200 ribu dan pernah diketahui oleh orang tuanya.

"Saya kuliah di Universitas Atj jurusan teknik mesin industri, IPK saya 3," katanya. Ast merupakan anak ke tiga dari empat orang bersaudara."Saya menyesal melakukan ini, saya takut untuk berkata jujur dengan orang tua, apalagi bapak saya itu pemarah," ungkapnya. Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin SIK menegaskan Ast kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal berlapis.

Pasal berlapis adalah  tentang Penggelapan, pelaporan palsu dan perjudian. "Tersangka melakukan pembacokan terhadap dirinya sendiri, dalam melakukan aksinya tersangka juga sendiri," ungkapnya Jumat (12/2). Disinggung apakah tersangka merupakan anak dari salah seorang pimpinan cabang salah satu bank,Kapolres mengaku belum mendapatkan informasi terkait profesi orang tua Ast.(aan)

Berita Terkait