Babel Laut Nol Gizi Buruk

Babel Laut Nol Gizi Buruk

  Senin, 9 November 2015 10:08
TIMBANG: Masyarakat Bangka Belitung Laut menimbang balitanya. Kelurahan ini bertekad nol gizi buruk. Dok.Kel Babel Laut ////// Babel Laut Nol Gizi Buruk PONTIANAK sebagai kota layak anak (KLA). Predikat ini menjadi tantangan, terutama bagi pelaksana pemerintahan untuk mempertahankannya. Kelurahan Bangka Belitung Laut misalnya, bertekad tidak ada gizi buruk di wilayah kerjanya. Lurah Bangka Belitung Laut, Zahrul Basim mengatakan terjadinya gizi buruk dikarenakan oleh ketidakpekaan lingkungan. Menurutnya

Pontianak sebagai kota layak anak (KLA). Predikat ini menjadi tantangan, terutama bagi pelaksana pemerintahan untuk mempertahankannya. Kelurahan Bangka Belitung Laut misalnya, bertekad tidak ada gizi buruk di wilayah kerjanya. Lurah Bangka Belitung Laut, Zahrul Basim mengatakan terjadinya gizi buruk dikarenakan oleh ketidakpekaan lingkungan. Menurutnya jika semua masyarakat peduli maka gizi buruk dapat dihindari. “Misalnya sudah ada indikasi anak di suatu lingkungan gizi buruk, langsung hubungi puskesmas terdekat, kantor lurah, atau dinas kesehatan,” ungkapnya.

Gizi buruk terjadi juga karena kurangnya informasi yang diterima orang tua. Misalnya, informasi penimbangan anak di posyandu. Zahrul mengatakan jika setiap anak rutin dibawa ke posyandu maka gizi buruk tidak akan terjadi. “Untuk itu kami ajak orang tua membawa balitanya ke posyandu. Selain ditimbang pemerintah punya data tentang kondisi balita kemudian data itu bisa menjadi dasar mengambil kebijakan,” katanya.

Dalam rangka menekan gizi buruk ini, Kelurahan Bangka Belitung menggelar bulan penimbangan balita dan juga pemberiaan vitamin A kepada masyarakat di kelurahan tersebut dua hari lalu. Kegiatan itu digelar bersama Tim Kelompok Gizi Masyarakat (KGM) Kelurahan Bangka Belitung Laut beserta Kader Posyandu, Dinas Kesehatan Kota Pontianak dan Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara.Zahrul menjelaskan bulan penimbangan balita dan juga pemberiaan vitamin A agar pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Pontianak memiliki data gizi buruk dan obesitas. “Balita harus sehat karena inilah masa-masa pertumbuhan emas yang menentukan kualitas dia dewasa nanti,” ucapnya.(hen)