Ayo Stoner Balapan Lagi!

Ayo Stoner Balapan Lagi!

  Kamis, 4 February 2016 09:01
Casey Stoner

Berita Terkait

SEPANG-- Casey Stoner datang ke Sepang membawa ancaman sekaligus pengingat. Ancaman, tentu saja, bagi rider utama Ducati bahwa “orang lama” ini masih kuat dan bahkan lebih hebat dari mereka. Sedangkan pengingat, adalah kepada skuad Italia itu bahwa mereka bisa kembali meraih gelar juara dunia jika sukses merayu Stoner comeback.

Setelah rencana awal Ducati yang hanya akan menurunkan Stoner di sesi uji coba hari kedua Selasa (2/2), rider Australia kembali ditampilkan pada hari terakhir kemarin (3/2). Hasilnya luar biasa. Pembalap 30 tahun itu menjadi yang tercepat di antara semua rider penunggang Desmosedici.

Stoner menduduki peringkat kelima rider tercepat 2 menit 1,070 detik. Memang nyaris satu setengah detik di belakang Jorge Lorenzo yang terus mendominasi di hari ketiga. Namun jika dihitung gap-nya dari rider tercepat Honda, Marc Marquez yang menghuni tempat ketiga, kedunya hanya terpisah 0,2 detik.

Ini berarti performanya masih sangat kompetitif jika disandingkan dengan rider-rider top saat ini. Juga dengan mereka yang punya status juara dunia: Marquez, Lorenzo, dan Valentino Rossi.

Stoner lebih cepat dari rider utama Ducati Andrea Iannone di posisi delapan dengan catatan waktu terbaik 2 menit 1,223 detik. Atau lebih dari 0,2 detik. Atau lebih jauh lagi Andrea Dovizioso yang kembali terlempar dari 10 besar (13) dengan interval setengah detik.

Padahal Stoner hanya menggunakan satu jenis motor sepanjang uji coba Sepang. Yakni Desmosedici GP15, motor generasi tahun lalu. Sedangkan duo Andrea menjajal dua motor sekaligus, GP15 dan GP16.

Begitu mudahnya Stoner beradaptasi dengan motor Ducati. Padahal terakhir menunggang MotoGP adalah setahun lalu. Yakni ketika menjadi rider uji Honda mengendarai RC213V. Terakhir membalap setengah tahun lalu saat turun di Suzuka 8 Hours. Itupun menunggang motor produksi masal Honda CBR1000 RR.

Dalam tiga hari saja menunggang Dosmosedici, suami Adriana Tuchyna itu sudah menjadi yang terbaik. Tentu ini memberikan sinyal kuat kepada Ducati bahwa Stoner berpotensi besar bertarung barisan di depan. Sebagai tim yang punya ambisi merebut juara dunia setidaknya skuad Bologna mempertimbangkan hasil tersebut. Namun untuk diturunkan tahun ini sudah mustahil. Karena pendaftaran entry pembalap 2016 sudah melewati deadline Januari lalu. Padahal tahun ini adalah musim terakhir dimana Dorna masih memberikan peluang adanya 25 rider di grid. Di tahun ini pula, regulasi MotoGP masih memberikan keleluasaan satu tim untuk menurunkan hingga tiga motor. Tahun depan jumlah kuota pembalap di grid dikurangi menjadi maksimal 24 dan minimal 22.

Opsi paling memungkinkan memang menurunkan Stoner dengan jatah wildcard. Jika skenario memasukkan pembalap 30 tahun itu ke line up pembalap Ducati tahun depan, harus menggeser satu dari dua rider Ducati. Waktunya tepat karena dua rider utama Ducati akan habis kontrak musim ini. Namun Stoner sendiri tetap berkukuh tidak ingin turun membalap full season. ’’Tidak, aku belum ada keinginan untuk itu,’’ kata Stoner dilansir Motorsport.  ’’Aku senang bisa kembali ke trek untuk mengumpulkan data. Tapi aku masih ingin menikmati menonton di pinggir sirkuit daripada terlibat langsung,’’ tandasnya.

Dia juga belum dipastikan akan menunggangi GP16 dalam waktu dekat. Menurutnya fokus utamanya adalah beradaptasi dengan motor MotoGP Ducati. ’’Tidak ada rencana itu saat ini,’’ terangnya. Menurutnya, menjajal motor baru di penampilan pertama justru akan membuat situasi di paddock menjadi kurang kondusif. Karena akan lebih banyak persiapan yang dilakukan untuk menyediakan motor baru. ’’Mungkin akan ada kesempatan itu nanti. Tapi saat ini lebih baik untuk belajar dan membiasakan diri dengan semunya,’’ terangnya.

Dengan hasil impresif selama uji coba Sepang, sudah hampir pasti Stoner akan diturunkan pada tes berikutnya di Phillip Island, kandangnya sendiri, pada 17-19 Februari. Bisa dalam satu atau dua hari di antaranya atau ketiga-tiganya. Kemudian masih ada uji coba pra musim terakhir di Losail, Qatar pada 2-4 Maret. (cak)

Berita Terkait