Ayo Duel Lagi

Ayo Duel Lagi

  Kamis, 23 June 2016 09:30

Berita Terkait

ASSEN- Setelah menikmati duel sengit Valentino Rossi dan Marc Marquez di Barcelona 5 Juni lalu, rasanya tidak ada yang lebih menarik untuk ditonton selain pengulangan pertarungan di GP Assen akhir pekan ini. Di “Katedral” inilah tahun lalu dua rider yang sama juga bertarung sampai memantik perseteruan di luar sirkuit. Salaman damai usai balapan Barcelona akan kembali diuji di Belanda.

Tidak ada yang bisa melupakan insiden di chicane (tikungan S) terakhir setahun lalu. Setelah keduanya bersenggolan dalam kecepatan tinggi Rossi berhasil mengendalikan motornya meski akhirnya harus menerabas gravel menuju garis finis. Rossi dinyatakan tidak melanggar meski kebablasan melewati gravel. Marquez tak puas dengan keputusan itu.

Insiden tersebut sebenarnya tak separah tabrakan yang terjadi di seri Argentina sebelumnya. Motor Marquez dihajar bagian belakang motor Rossi. Akibatnya pembalap Spanyol itu tumbang terjengkang di atas sirkuit. Tapi setelah balapan Assen, suasana konferensi pers mulai memanas. Bibit-bibit perang mulai bersemi. Saat itu Marquez setengah menyindir mengatakan, baru saja belajar banyak tentang “motorcross” dari Rossi.

Setelah perseteruan itu memuncak di Malaysia, keduanya sama sekali tak berbicara satu sama lain. Sampai akhirnya di Barcelona tiga pekan lalu perang dingin itu diakhiri. Semua berharap kedunya bisa memulai babak baru persaingan mereka dengan saling menghormati. Dan Assen akhir pekan ini akan menjadi ujian pertama.

Marquez memimpin klasemen pembalap sejauh ini. Namun jaraknya dengan dua pemburunya tak jauh. Hanya 10 poin di depan Jorge Lorenzo dan 22 poin dengan Rossi. Akhir pekan ini Rossi berpeluang besar menyabet kemenangan back-to-back mengingat rekor hebatnya di Belanda. Tujuh kali kemenangan di kelas premium plus dua kali di kelas pemula (125cc).   Kemenangan dua kali dari tujuh seri yang sudah berlangsung musim ini memang tak sekaligus menunjukkan peningkatan performa Rossi dibandingkan musim lalu. Memang, pembalap Urbino, Italia tersebut tidak merasa bahwa musim ini adalah best perform-nya di MotoGP. Tapi jelas Rossi mengaku lebih tangguh ketimbang musim lalu.

''Tahun lalu aku bertarung untuk memperebutkan juara dunia hingga balapan terakhir. Namun terkadang dalam balapan aku tidak secepat Lorenzo atau Marquez,'' terangnya dilansir Autosport. ''Tahun ini aku merasa lebih kuat meski kelihatannya poinku lebih sedikit,'' tandasnya.

Dua hal yang mendukung keyakinan pembalap 37 tahun tersebut. Pertama motornya sangat nyaman dikendarai. Kedua, karena Rossi menyukai karakter ban Michelin. ''Yang paling penting adalah menjadi cepat di hari minggu pada jam 2 siang. Itu saja,'' terusnya. Menurutnya, tingkat performanya saat ini sudah sepadan dengan Lorenzo dan Marquez.

Minggu nanti, Marquez sudah siap berhadap-hadapan lagi dengan Rossi. Menurut pembalap 23 tahun tersebut Assen sangat cocok dengan riding style-nya. Mengambil alih posisi puncak klasemen dari Lorenzo di Barcelona melambungkan kepercayaan dirinya di tengah problem teknis yang masih saja di derita Honda.

''Aku senang akhirnya balapan di Assen datang juga. Ini adalah trek dimana aku sangat menikmatinya dan lebih penting lagi, Assen adalah balapan pertama di kalender tahun ini dimana sirkuitnya sangat cocok dengan gaya membalapku,'' papar juara dunia MotoGO 2013-2014 tersebut. Sayang, uji coba di Catalunya dimana Honda menjajal banyak suku cadang baru, hasilnya tidak membawa dampak besar pada performa RC213V.

Namun dia percaya jeda dua pekan sebelum seri Assen, akan cukup bagi para mekanik Honda untuk menemukan solusi bagi tunggangannya. Karena itu Marquez memastikan timnya harus bekerja keras sejak di sesi latihan pertama demi menemukan setingan terbaik. Selain itu cuaca tidak menentu di Assen juga akan menjadi pertimbangan. (cak)

Berita Terkait