Ayam Jantan Ingin Balas Dendam Jerman

Ayam Jantan Ingin Balas Dendam Jerman

  Selasa, 5 July 2016 10:21
FOTO AFP

Berita Terkait

SAINT-DENIS – Revans atas Jerman. Inilah yang tercetus dalam benak Olivier Giroud ketika mencetak dua gol saat Prancis membantai Islandia 5-2 di Stade de France, dinihari kemarin (4/7). Bomber Arsenal tersebut menorehkannya pada menit ke-12 dan 59. Sedangkan tiga gol lainnya dicetak oleh Paul Pogba (20'), Dimitri Payet (43'), dan chip cantik dari Antoine Griezmann sebelum turun minum (45').
    Sedangkan Islandia hanya memperkecil kedudukan dari Kolbeinn Sigthorsson di menit 56 serta Birkir Bjarnason enam menit sebelum laga berakhir. ”Keinginan kami sangat menggebu untuk membalas apa yang terjadi pada Piala Dunia 2014,” kata Giroud seusai pertandingan seperti dilansir Goal.
    Ya, tepat setahun lalu di Estadio do Maracana, Prancis harus tertunduk dan meratap, setelah kalah oleh Jerman di perempat final via gol yang dicetak Mats Hummels di menit ke-13.Jerman akhirnya merebut trofi Jules Rimet keempat dengan menekuk Argentina di partai puncak. Mario Goetze menjadi pahlawan Die Mannschaft, sebutan Jerman, berkat golnya di menit 113.
    Menilik peluang yang dimiliki, kans Prancis untuk menuntaskan dendam tersebut sebenarnya terbuka lebar.Selain sejarah pertemuan yang berpihak kepada tim besutan Didier Deschamps itu (Prancis 12 kali menang dari 27 pertandingan di berbagai agenda internasional), status sebagai tuan rumah membuat Prancis bakal mendapat sokongan dari seluruh penduduk Negeri Anggur.
    Namun, Giroud memperingatkan agar tidak terlalu pede jelang melawan Jerman di Stade Velodrome, Jumat dinihari (8/7).Sebab, yang mereka hadapi adalah tim yang saat ini menjadi kandidat teratas perengkuh trofi Euro dengan bursa ternama Coral memberikan koefisien 2,63.
    Kemudian, dalam sepuluh kekalahan yang diderita Prancis dari Jerman di berbagai ajang, tiga diantaranya terjadi pada event turnamen mayor. Yakni Piala Dunia Spanyol 1982, dan Piala Dunia Meksiko empat tahun berselang. Jadi, boleh dikatakan Prancis hanya digdaya atas Jerman di pertandingan persahabatan.
    Selain itu, faktor lain yang menjadi perhatian Giroud adalah pertahanan mereka yang masih memperlihatkan banyak kekosongan. Indikatornya bisa terlihat dari dua gol Islandia kemarin.Kedua gol itu sama-sama lahir dari crossing dan skema open play. Ini adalah kali pertama Prancis harus kebobolan dengan cara tersebut sepanjang Euro ini setelah dalam empat laga sebelumnya mereka kemasukan dua gol via eksekusi penalti.
    Samuel Umtiti yang menorehkan caps perdana dengan bersanding bersama Laurent Koscielny di tengah terlihat masih demam panggung.Selama 90 menit, bek 181 cm tersebut hanya bisa menorehkan satu kemenangan masing-masing pada kemenangan duel udara, serta tekel dan intersep sukses.
    Bek 22 tahun yang baru saja meneken kontrak berdurasi lima musim bersama Barcelona itu terlambat dalam menutup pergerakan Sigthorsson sehingga berakibat pada gol pertama. Selain kebobolan dari skema permainan langsung, fakta bahwa Islandia memberi lebih banyak serangan kepada pertahanan yang dikawal oleh Hugo Lloris juga tidak bisa disepelekan.

    Dari 11 peluang yang dimiliki oleh Strakarnir Okkar, julukan Islandia, lima diantaranya berstatus on target. Ini menjadi tembakan ke gawang terbanyak yang dihadapi Prancis sepanjang Euro ini (selengkapnya lihat grafis).”Kami harus mencoba menghapus beberapa kesalahan dalam bertahan,” kata Giroud seperti dikutip London Evening Standard. ”Jika tidak, Jerman bisa menghukum kami dengan sangat berat,” lanjut pemain yang total telah menceploskan tiga gol selama Euro ini.
    Senada dengan Giroud, Deschamps berkata bahwa Jerman lebih diunggulkan ketika melawan mereka nanti.    ”Namun, kami sudah berada di empat besar. Jadi, kami bakal memberikan segalanya untuk melawan tim terbaik dunia saat ini,” tutur Deschamps dalam konferensi pers seperti dilansir ESPN.
    Entraineur 47 tahun yang memulai karir dengan membesut AS Monaco 2001 silam itu tak lupa memberikan kredit kepada para penggawa Prancis yang disebutnya begitu ganas.”Kami memang memulai laga dengan sedikit buruk. Namun, perlahan-lahan kami menjadi kuat, dan kami menuntaskan paro pertama dengan sangat baik,” paparnya.
    Terpisah, rasa getir sangat dirasakan oleh Lars Lagerback. Sebab, debut mengesankan yang ditorehkan oleh Aron Gunnarsson dkk harus berakhir sampai di perempat final saja.Lagerback berujar, Islandia bermain seperti tanpa identitas maupun konsep pada babak pertama. ”Prancis memang bagus. Namun, pemain seperti tidak menggunakan otak dan terus membuat kesalahan konyol,” keluh Lagerback sebagaimana diberitakan Daily Mail. ”Baru pada babak kedua, tim mulai menunjukkan cita rasa Islandia mereka,” lanjutnya. (apu)

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait