Ayah Setubuhi Anak Kandung hingga 28 Kali

Ayah Setubuhi Anak Kandung hingga 28 Kali

  Rabu, 3 Agustus 2016 10:21
Ilustrasi

Berita Terkait

PONTIANAK - Berdalih mendapat bisikan makhluk halus, Amirudin tega mencabuli dan menyetubuhi anak kandungnya yang masih berusia 15 tahun. Bukan hanya sekali, tetapi sudah 28 kali perbuatan bejat itu dilakukannya.

 
Perbuatan Amirudin itu akhirnya terungkap, ketika anak sudah tak mampu dan tak kuat melayani nafsu bejat ayahnya, hingga menceritakan apa yang dialaminya kepada ibunya.

Hati ibu mana yang tak hancur, ketika mendapat kabar anak perempuan satu-satunya telah dinodai oleh bapaknya sendiri. Dengan berat hati kasus itu lalu dilaporkan ke kepolisian, hingga akhirnya pada Senin, 1 Agustus lalu, polisi menangkap pelaku persetubuhan itu di rumahnya.

Wakapolresta Pontianak AKBP Veris Septiansyah membenarkan jika jajarannya telah menangkap seorang pelaku pencabulan dan persetubuhan dengan korban anak berusia 15 tahun dan pelakunya adalah bapak kandungnya.

Veris mengatakan tersangka atas nama Amirudin (48) telah diamankan di Mapolsek Pontianak Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kasus ini terungkap berdasarkan laporan ibu korban,” kata Veris, Selasa (2/8).

Veris menjelaskan, berdasarkan laporan itu, dilakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi dan korban. Dari pengakuan korban bahwa ia telah dicabuli dan disetubuhi ayah kandungnya sebanyak 28 kali.

“Bukti yang didapat di tempat kejadian, yakni kalender dan pakaian sementara korban sedang divisum dan kami masih menunggu hasilnya,” ucap mantan Kapolres Sintang itu.

Veris mengungkapkan 28 kali perbuatan pencabulan dan persetubuhan itu terungkap, berdasarkan catatan korban. Setiap kali ia disetubuhi dan dicabuli, tanpa sepengetahuan ayahnya ia memberi tanda di kalender yang dimilikinya.

Sementara itu, lanjut dia, dari pengakuan tersangka perbuatan itu dilakukan sejak anak kandungnya duduk di kelas 2 sekolah menengah pertama (SMP) dan terakhir perbuatan itu terjadi pada 31 Juli. “Pengakuannya nekat melakukan itu karena mendapat bisikan makhluk halus, tetapi perbuatan itu dilakukannya saat istrinya sedang tidak berada di rumah,” terangnya.

Veris mengungkapkan saat melakukan perbuatan itu, tersangka mengancam akan membunuh korban jika menceritakan apa yang dialaminya kepada ibu maupun orang lain. “Ini perbuatan yang sangat bejat sekali,” tegas Veris.

Veris menegaskan, perbuatan tersangka terancam pasal 64 KUHP dan pasal 81 Undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara 20 tahun. (adg)

Berita Terkait