Awas Pembocor Soal Unas!

Awas Pembocor Soal Unas!

  Selasa, 10 May 2016 10:08
SERIUS: Peserta Unas di SMPN 1 Ketapang terlihat serius mengerjakan soal Bahasa Indonesia di hari pertama Unas, kemarin (9/5). AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Ketapang, berjalan lancar. Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang menjamin tidak akan ada bocoran soal pada Unas kali ini. Jika ada yang terlibat, termasuk pihak sekolah, mereka berjanji tidak akan segan-segan menindak tegas.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Jahilin, berjanji akan menindak tegas pelaku yang membocorkan dan menyebarluaskan kunci jabawan Unas. "Jika ada guru atau pihak sekolah yang terlibat dalam kebocoran soal, tentu akan diberikan sanksi. Akan dihukum seberat-beratnya," tegas Jahilin saat meninjau pelaksanaan Unas di SMP Negeri 1 Ketapang, kemarin (9/5).

Ia menganggap, guru atau pihak sekolah yang membocorkan kunci jawaban sebagai perusak karakter. Karena, menurutnya, guru adalah seorang yang menjadi panutan bagi anak didiknya untuk berbuat jujur. "Ini menyangkut karakter, makanya akan ditindak tegas jika ada yang terbukti," kata Jahilin.

Pihaknya menjamin keamanan soal Unas, karena setiap pendistribusian dan pada saat penyimpanan, dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Penjagaan tersebut, dipastikan dia mulai dari pendistribusian dari pusat hingga ke lokasi pelaksanaan Unas. "Untuk pendistribusian soal tidak ada masalah. Semuanya berjalan lancar dan kami yakin tidak ada kebocoran, karena sudah bekerja sama dengan kepolisian," jelasnya.

Menurutnya, beredarnya kunci jawaban, bahkan jual beli kunci jabawan, selalu terjadi setiap kali pelaksanaan Unas. Namun, pihaknya sangat tidak menjamin kalau kunci jawaban yang beredar, bahkan yang dijual sekalipun itu benar. Jahilin melihat adanya pemanfaatan kesempatan oleh oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan.

"Bagi sebagian orang ini menjadi bisnis. Tapi tetap kita imbau untuk tidak mudah percaya dengan hal tersebut. Kepada siswa kami minta untuk mempergunakan kemampuan diri sendiri. Hal ini sudah biasa, setiap tahun selalu ada orang-orang yang mengambil kesempitan seperti sekarang ini," ungkapnya. Ia berpesan kepada seluruh sekolah untuk menjunjung tinggi kejujuran saat pelaksanaan ujian. Karena yang diharapkan dia, pada ujian ini tidak hanya nilai dan kelulusan saja, namun juga sebagai wujud membentuk karakter siswa untuk berbuat jujur. "Kita tetap berharap mudah-mudahan nilainya tinggi, integritas juga tinggi," harapnya.

Kepala Polres (Kapolres) Ketapang, AKBP Hady Poerwanto, juga menegaskan akan memproses sesuai hukum yang berlaku, terhadap siapa saja yang menyebarkan dan memperjualbelikan kunci jawaban. "Jika ada oknum yang terlibat dalan kebocoran soal akan kita proses sesuai hukum," tegas Hady, kemarin (9/5).

Sementara untuk menjaga agar soal tidak bocor, pohak kepolisian pun mengawal ketat pendistribusian hingga ke sekolah-sekolah. Mereka bahkan menurunkan sekitar 250 personel dari Polres dan kepolisian sektor, untuk mengawal dan memantau pelaksanaan Unas. "Saat didistribusikan kita kawal. Saat disimpan juga dijaga polisi," jelasnya.

Pihaknya juga menempatkan anggota berbagai sekolah. Hal ini dilakukan mereka sebagai bentuk antisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan. "Namun, anggota kita tidak berpakaian dinas. Mereka menggunakan pakaian biasa agar tidak mengganggu konsentrasi siswa yang sedang mengerjakan soal. Saya berharap ujian kali ini berjalan lancar dan tidak dicoreng dengan kebocorang soal," harap Kapolres. (afi)

Berita Terkait