Awas, Kejahatan Jalanan Marak

Awas, Kejahatan Jalanan Marak

  Minggu, 27 March 2016 10:28
Kompol Andi Yul, Kasat Reskrim Polresta Pontianak

Berita Terkait

“Yang harus dipahami masyarakat adalah modus kejahatan, biasanya pelaku membuntutui target korban, khususnya perempuan,”

PONTIANAK – Dalam satu bulan terakhir, kepolisian berhasil mengungkap 37 kasus kejahatan jalanan, dengan total tersangka yang ditangkap sebanyak 32 orang. Meski demikian, aksi kejahatan jalanan ternyata marak dan nyaris memakan korban. 

Seorang warga, Suhardi, menceritakan bagaimana temannya nyaris saja menjadi korban kejahatan ketika melintas di Jembatan Kapuas II. “Di tengah jembatan, kawan saya dicegat oleh dua orang pria tak dikenal. Kedua orang itu, memukulnya, lalu mau merampas motor, beruntung saat itu kondisi lalu lintas ramai, jadi aksi perampok itu gagal,” kata Suhardi di akun facebook-nya. 

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean, berjanji akan melakukan penyelidikan terkait kejahatan yang meresahkan itu. “Kami akan selidiki kasus kejahatan jalanan itu,” kata Kasatreskrim, Sabtu (26/3) di Pontianak. 

Dia menuturkan, dari berbagai pengungkapan yang dilakukan mereka, pelaku kejahatan baik pelaku pencurian biasa, pencurian dengan kekerasan, pemberatan, dan pencurian kendaraan sudah berhasil ditangkap. “Untuk saat ini, dari berbagai penindakan, aksi kejahatan jalanan dapat dikatakan berkurang,” katanya memastikan. 

Andi mengungkapkan, sejak akhir Februari sampai dengan Maret saat ini, Tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polresta Pontianak bersama seluruh jajaran polsek, berhasil mengungkap 37 laporan polisi. Dari jumlah tersebut, mereka berhasil membekuk 32 tersangka, di mana barang hasil kejahatan yang berhasil disita sebanyak 27 unit sepeda motor. 

Meski pengungkapan terus dilakukan, dia tak memungkiri para pelaku akan terus beraksi, terutama memanfaatkan kelengahan masyarakat. “Yang harus dipahami masyarakat adalah modus kejahatan, biasanya pelaku membuntutui target korban, khususnya perempuan. Di tempat yang dianggap aman, pelaku akan memepat korban untuk melancarkan aksinya,” ucapnya. 

Andi mengimbau kepada masyarakat untuk menjadi polisi bagi dirinya sendiri, dengan tidak memberi peluang pelaku kejahatan melancarkan aksinya. Dia menyarankan agar menghindari penggunaan tas saat berkendara dan menghindari penggunaan perhiasan. Sementara untuk di lingkungan, dia mengungkapkan ada baiknya warga mengaktifkan kembali sistem keamanan, kemudian melapor jika melihat serta mengetahui aktivitas orang yang mencurigakan. “Kami selalu berkomitmen untuk memberi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Kasatreskrim. (adg)

Berita Terkait