Awas Cyber Crime!

Awas Cyber Crime!

  Jumat, 20 November 2015 09:17
Gambar dari http://youthepp.eu

PONTIANAK - Modus kejahatan penipuan dengan media elektronik belakangan ini menunjukkan peningkatan. Kurun waktu dua bulan terakhir, Direktorat Reserse Kriminal Polda Kalbar menerima 14 pengaduan terkait penipuan menggunakan media elektronik. Dari kejahatan penipuan tersebut, tercatat kerugian sebesar Rp177.849.577.‎

“Sekarang ini modus kejahatan khususnya penipuan melalui media elektronik terus berkembang. Pelaku menggunakan sarana ‎‎akun facebook, penipuan dengan cara jual beli online, penipuan melalui media telepon dan SMS maupun penipuan dengan menawarkan lapangan pekerjaan dengan meminta pelamar mengirimkan uang tiket,” kata Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Arianto, kemarin.

Pelaku tindak kejahatan ini tidak memilih target. Dari data yang diperoleh Polda Kalbar, mereka yang menjadi korban berasal dari kalangan swasta, pelajar, guru, PNS, rumah tangga, mahasiswa, wiraswasta bahkan BUMN.

Untuk menghindari menjadi korban, kata Arianto, jangan mudah tergiur dengan penawaran, baik berupa hadiah, maupun harga yang ditawarkan dengan cara SMS, telepon undian berhadiah, dan online shop apalagi dengan persyaratan yang mudah.

Jangan mudah percaya terhadap telepon, SMS atau berita online yang menyatakan suatu kejadian yg terjadi pada keluarga ataupun rekan terdekat.

Ia juga meminta pada yang bersangkutan, agar tidak menjadi korban sebaiknya mengkonfirmasi langsung pada kepemilik akun/keluarga. “Apabila menerima telepon dan mengarahkan ATM, agar jangan dituruti. Pengguna internet banking agar tidak sembarang percaya terhadap tawaran upgrade ataupun tawaran lainnya dan sebisa mungkin agar konfirmasi ke call center bank dimaksud,” ujarnya mengingatkan.

Katanya lagi, setiap perusahaan yang resmi menggunakan nomor telepon khusus diharapkan masyarakat jangan mudah percaya dengan nomornya yang tidak dikenal sebelumnya.

“Sesuatu yang mendapat keuntungan besar pasti mempunyai resiko yang besar. Apabila masyarakat masih ragu agar berkoordinasi dengan kantor kepolisian terdekat,” pungkasnya.

Sementara itu, bisnis judi kupon putih (togel) masih menggiurkan, meski banyak pelaku yang ditangkap. E, warga Pontianak Utara yang ditangkap karena menjalankan usaha haram tersebut, Rabu (18/11). Bandar judi tersebut ditangkap di Jalan Selat Sumba. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan dengan alat bukti yang berhasil disita polisi, yakni buku rekapan nomor judi dan uang tunai sebesar Rp1,3 juta.

Kapolsek Pontianak Utara AKP Ridwan Maliki mengatakan penangkapan tersangka berawal dari laporan masyarakat yang curiga dan resah dengan aktivitas perjudian yang diduga dilakukannya.

Dari laporan tersebut, lanjut dia, langsung dilakukan penyelidikan untuk memastikan informasi tersebut. “Sebelum ditangkap, anggota terlebih dahulu melakukan pengecekan di tempat diduga adanya aktivitas perjudian. Dari hasil penyelidikan itu, benar ditemukan adanya perjudian yang dilakukan tersangka,” kata Ridwan, Kamis (19/11).

Dia menjelaskan setelah semua data dan bukti terkumpul, langsung dilakukan penggerebekan. Tersangka yang saat itu berada di sebuah warung kopi, tak bisa mengelak karena barang bukti berada tepat di depannya. “Dari tangan tersangka diamankan uang dan buku rekapan,” ungkapnya.

Ridwan menuturkan, kuat dugaannya bahwa yang bersangkutan hanyalah bandar kecil dari bisnis judi kupon putih tersebut. Karena uang hasil pemasangan, disetorkannya kepada seseorang yang saat ini masih dilakukan pendalaman. “Kami masih dalami keterangan tersangka untuk mencari bos besarnya,” sambungnya.

Sesuai dengan perbuatannya, Ridwan menambahkan, yang bersangkutan akan dikenakan pasal 303, dengan ancaman pidana penjara sepuluh tahun. “Kami berterimakasih kepada masyarakat yang telah bekerjasama dengan polisi, dengan turut aktif memberi informasi terhadap aktivitas-aktivitas yang melanggar aturan,” ucapnya. (arf/adg)