Awas Ancaman Rabies . Ada 151 Warga Digigit

Awas Ancaman Rabies . Ada 151 Warga Digigit

  Jumat, 6 November 2015 07:57
VAKSIN RABIES : Petugas dari Dinas pertanian tanaman pangan dan peternakan kapuas hulu saat menyuntik vaksin anti rabies kepada warga Dusu Benit.FOTO MUSTA’AN

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Bahaya rabies kembali mengancam warga Kapuas Hulu yang daerah kecamatannya rawan rabies. Kali ini Dua warga dusun benit desa Landau Mentail Kecamatan Boyan Tanjung yang di gigit Hewan Penyebar Rabies (HPR). Dua korban gigitan HPR adalah Atet dan Valentina Deni. Dengan demikian, hingga 2 Nopember 2015 ini, ada 151 orang telah di gigit HPR, baik anjing maupun kucing.Maryatiningsih, Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian tanaman pangan dan peternakan Kapuas Hulu menjelaskan. Atet bocah laki-laki berusia  2,3 tahun di gigitan HPR yakni Anjing pada tanggal 2 November lalu.

“Anjing menggigit bibir Atet, sehingga mengakibatkan Atet demam dan panas tinggi serta sering menangis kesakitan,” tuturnya pada harian ini dikantornya, Kamis (5/11) kemarin siang.Atas kasus tersebut, tim dari Distanak kapuas sudah memberikan Vaksin Anti Rabies. “Kami sudah minta Kades untuk menangkap anjing tersebut," kata wanita yang akrab disapa Nining ini. Selain Atet yang menjadi korban gigitan HPR adalah Valentina Deni. Perempuan berusia empat tahun itu digigit kucing HPR dipertengahan Oktober. Dengan demikian ada 151 warga kapuas hulu sudah di gigit HPR.

"Di Kapuas Hulu ada daerah yang sudah tertular HPR, yakni Bunut Hulu, daerah terancam HPR ada 12 kecamatan, sementara daerah bebas HPR ada 10 kecamatan dari 23 kecamatan," ujarnya.Untuk melakukan antisipasi terhadap ancaman HPR, Distanak terus  melakukan penyuluhan rabies, dan baru-baru ini ada empat kecamatan sasaran yakni Bunut Hulu, Kalis, Mentebah dan Boyan Tanjung.Saat ini penyuluhan sudah dilakukan di 56 desa dari empat kecamatan sasaran penyuluhan. Ke depan, akan ada penyuluhan di Lintas utara dan Silat Hulu.

"Untuk sekarang ini kami sudah melakukan vaksin terhadap hewan di Bunut Hulu," paparnya. Untuk itu sangat dibutuhkan vaksin tambahan. Karena jumlah vaksin yang tersedia dari bantuan pemerintah Provinsi hanya 6.100 dosis. "Bantuan pertama sudah digunakan,” jelasnya. Tambahan vaksin sangat dibutuhkan, karena banyak kecamatan yang minta vaksin, karena mereka sadar akan bahayanya HPR. Sebelumnya kata Nining, distanak pernah mengajukan bantuan vaksin pada provinsi sebanyak 11.100 dosis untuk kebutuhan enam kecamatan yang statusnya tertular dan terancam HPR, yang teraslisasi hanya 6100 dosis.(aan)

Berita Terkait