Awas, 17 Situs Bodong Ini Mengaku Sediakan Lowongan CPNS

Awas, 17 Situs Bodong Ini Mengaku Sediakan Lowongan CPNS

  Rabu, 10 February 2016 17:00

KEMENTERIAN Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) melaporkan 17 website yang memuat informasi bohong mengenai penguman peneriman calon pegawai negeri sipil (CPNS) ke Bareskrim Polri. Menurut Juru Bicara KemenPAN-RB, Herman Suryatman, 17 situs bodong itu telah beroperasi sejak tahun 2015.

"Setelah kami dalami web ini mengunggah informasi bohong dan menyesatkan sejak tahun 2015. Ada 17 web, tentu kami preventif jangan sampai ada kejadian berikutnya dan masyarakat yang dirugikan," ujarnya saat melapor ke Bareskrim Polri, Selasa (9/2).

Ia menjelaskan, modus penipuan yang dilakukan 17 web itu adalah dengan menyampaikan tambahan kuota CPNS. Bahkan ada masyarakat umum dan tenaga honorer yang sampai mengeluarkan uang dengan jumlah lumayan.

"Sindikat menyampaikan ada tambahan kuota penambahan CPNS dan kemudian ada masyarakat umum dan tenaga honorer yang diminta sejumlah uang ada Rp 50 juta, Rp 100 juta sampai Rp 150 juta. Di Jabar terakhir korbannya 1003 dan sudah ditangani polda Jabar," bebernya.

Herman menjelaskan, ada sembilan pengaduan masyarakat tentang website abal-abal itu. Di antaranya datang dari Kabupaten Cilacap, Lampung, dan Maluku.

Salah satu pemicunya karena adanya informasi yang tidak benar serta meminta pengiriman uang. “Nanti Bareskrim dalami sejauh mana kolerasi informasi yang ditengarai bohong dan menyesatkan dengan korban itu," katanya.

Karenanya KemenPAN-RB pun melaporkan 17 website pengunggah informasi bohong dan menyesatkan itu ke polisi. "Kolerasi dengan penipuan nantinya tugas penegak hukum," sambung kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik KemenPAN-RB itu.

Selain itu Kemen PAN RB juga membuat surat kepada pejabat penerimaan kepegawaian mulai dari gubernur, bupati dan walikota agar menyebarluaskan informasi ini sehingga masyarakat tidak terkecoh akan informasi yang menyesatkan terkait penerimaan CPNS 2016. Herman juga menegaskan bahwa informasi mengenai CPNS melalui internet bisa mengakses langsung dua situs resmi, yakni menpan.go.id dan bkn.go.id.

"Informasi yang tidak benar ini apabila tidak diklarifikasi dengan baik bisa menyesatkan sehingga masyarakat bisa dengan mudah diimingi bahwa sekarang ada penerimaan CPNS padahal sampai hari ini Kementrian PAN RB belum menyampaikan menyusun rencana penerimaan cpns 2016," sambung dia.

Selanjutnya ke-17 website itu dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tentang tindak pidana menyebarkan informasi bohong di internet. (elf/JPG)