Awang Berang Peringatan Diabaikan, Gedung 4 Lantai Bakal Dibongkar

Awang Berang Peringatan Diabaikan, Gedung 4 Lantai Bakal Dibongkar

  Jumat, 16 December 2016 09:21
GEDUNG: Bangunan gedung hotel empat lantai ini direncanakan akan dibongkar Pemkot Singkawang, karena telah menyalahi peraturan daerah tentang ketertiban umum. AIRIN FITRIANSYAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG—Walikota Singkawang Awang Ishak memerintahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpil PP) membongkar bangunan hotel empat lantai yang sudah menyalahi peraturan dan perundang-undangan di lingkungan pemerintahan Kota Singkawang.

Pembongkaran gedung bangunan ini terpaska dilakukan karena pemilik usaha selama ini tidak mengindahkan teguran yang diperingatkan oleh pemerintah daerah. 

Namun pemilik usaha ini dinilai bandel dan tetap melaksanakan pembangunan hotel yang kini berada di bawah pengawasan pemerintah daerah Kota Singkawang.

"Saya perintahkan kepada Kasatpol-PP agar membongkar paksa bangunan. Jika pemilik usaha tidak lagi mematuhi peraturan daerah dan perundang-undangan yang berlaku, " ucap Walikota Singkawang Awang Ishak, Kamis (15/12) kepada media ini.

Dia mengatakan pihaknya sudah beberapa kali memberikan peringatan dan teguran kepada pemilik usaha agar menghentikan pekerjaan bangunan yang diperuntukan untuk perhotelan. Namun teguran dan penyegelan bangunan tidak juga diindahkan. 

Sehingga terpaksa pihaknya mengabil langkah tegas untuk membongkar gedung bangunan hotel yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan di lingkungan pemerintahan Kota Singkawang.

Ia menyatakan sekarang ini pihaknya sudah memerintahkan kepada Kasatpol-PP, Zul Aswan untuk turun ke lapangan. Diantaranya menutup dan membongkar paksa gedung bangunan yang sudah menyalahi peraturan daerah dan melanggar ketertiban umum.

"Kita sudah peringatkan berkali-kali. Mendirikan bangunan harus ada izin dari pemerintah terkait. Jika tidak memiliki izin artinya bangunan itu ilegal dan menyalahi peraturan daerah maupun melanggar kententuan dalam perundang-undangan yang berlaku. Jadi, kita minta bangunan itu ditutup dan di bongkar," tegas Walikota Singkawang.

Sementara pemilik gedung, Afat (45) saat dikonfirmasi sejauh ini belum mau menanggapi adanya rencana Pemkot akan membongkar gedung miliknya yang direncanakan untuk hotel di Jalan M. Tsyafiuddin tersebut.

Namun, sebelumnya pernah disampaikan oleh Afat terkait adanya wacana Pemkot akan  menutup aktivitas pekerjaan tersebut. Namun, dirinya menanggapi tidak keberatan gedung ditutup atau dibongkar oleh pemkot Singkawang.

"Kita ini hanya masyarakat biasa. Tidak mengerti hukum. Jika pemerintah ingin menutup atau membongkar bangunan yang sudah hampir selesai dikerjakan, silakan saja dibongkar karena kita tidak punyak hak apa-apa. Tapi kita akan berusaha melakukan pembelaan terhadap gedung bangunan yang sudah dikerjakan," ungkapnya terkait wacana Pemkot akan menutup ataupun membongkar paksa gedung bangunan hotel tersebut. (irn) 

Berita Terkait