Atlet Sepatu Roda Kalbar Siap ke Pra PON Bandung

Atlet Sepatu Roda Kalbar Siap ke Pra PON Bandung

  Kamis, 5 November 2015 08:49

Berita Terkait

Incar Prestasi Dunia, Latihan Terkendala Kabut Asap

Atlet sepatu roda Kalbar terus berlatih. Meski segudang prestasi sudah dipersembahkan, tetapi menjelang PON 2016 di Bandung, latihan terus diperketat. Sayang, kendala kabut asap beberapa waktu lalu membuat latihan tersendat.BAHKAN, semua atlet yang akan beraksi di kelas bebas atau speed dengan nomor pertandingan 300 m, 500 m, 1500 m, 5000 m, 10.000 m, 20.000 m, 42 000 m. putera dan puteri bakal ambil bagian dalam pra PON mendatang.

‘’ Ada dua ali pembatalan pelaksanaan Pra PON oleh PB Porserosi. Pembatalan atau pengunduran waktu disebabkan pelaksanaan kualifikasi berbeda,’’ ujar Bambang Susanto, Wakil Ketua Bidang Press Pengda Porserosi Kalbar kemarin didampingi Wendi Japanry Wakil, Ketua Bid Pemasaran dan Mirza Alamsyah.Kini, katanya pihaknya mempersiapkan keberangkatan atlet di kejuaran dunia November ini di Korea Selatan.

‘’Kitaberharap bias berprestasi di tingkat dunia,’’ paparnya lagi.Sedangkan untuk kualifikasi Pra PON yang rencananya dilaksanakan 1 – 6 Desember 2015 di lapangan Saparua Bandung, Jawa Barat, meski terjadi pengunduran, tetapi ada hikmah dibalik pengunduran itu. Setidaknya ada waktu tambahan untuk latihan bagi 10 orang atlet sepatu roda kalbar (6 laki laki dan 4 perempuan) bersama tim TC pra PON lainnya.‘’Kendala yang kami hadapi lokasi latihan tidak ada. Di KONI provinsi sendiri treknya hanya panjang 75 meter. Seharusnya 100 meter,’’ imbuhnya lagi.Keberangkatan tim pra PON Kalbar, 28 November hingga 9 Desember 2015.

Dari hasil rapat, seleksi dari 24 orang. Kuota Pra PON dari Kalbar 8 orang yang terdiri dari 4 putera dan 4 puteri, bertambah 2 orang putra. Penambahan ini menjadi konsekuensi pendanaan. Juga mengikutsertakan atlet yang tidak lolos seleksi pra PON dengan di ikutsertakan dalam Kejunas V3 bulan September 2015 lalu. Hasil yang diperoleh dengan dengan mendapatkan medali 4 emas, 6 perak, 2 perunggu.Seluruh atlet langsung ditangani oleh Ketua Umum Pengprov Porserosi.‘’Kita mohon doanya, agar kami bisa masuk PON, atlet kami tangani serius sejak 2013 hingga ke pra PON. Padahal, dulu, semua atlet serba mandiri hanya bisa hingga berjaya di kejurnas,’’ paparnya lagi. (ing)

Berita Terkait