Atbah Pesan Warga Sambas Dukung Penuh Jarot

Atbah Pesan Warga Sambas Dukung Penuh Jarot

  Senin, 1 Agustus 2016 09:30
DIABADIKAN: Bupati Sintang, Jarot Winarno diabadikan bersama panitia halal bihalal IKBPU Sintang. SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG - Ratusan warga yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Pantai Utara (IKPBU), Minggu (31/7), hadir diacara halal bihalal warga pantai utara yang digelar di Pondok SAKE, Cafe and Resto.

 
Bupati Sintang, Jarot Winarno, ketua pemangku adat Melayu Sintang, H Dharma, perwakilan MABM, ketua pemuda Melayu Sintang, Syahroni yang juga anggota DPRD Sintang, serta Ahmad Ghulam Razieq anggota DPRD Sintang turut hadir. 

Acara yang diketuai H Syarbaini itu berlangsung secara utuh menggunakan dialek bahasa Melayu Sambas, termasuk untuk tausyiah agama. Bupati Sintang juga disapa dengan Pak Anjang, sesuai sebutan orang Sambas untuk yang berperawakan jangkung.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili tidak ketinggalan ikut menyemarakkan suasana halal bihalal, kendati tidak dapat hadir secara langsung. Atbah menyapa seluruh warga pantai utara di Sintang dan Bupati Sintang melalui sambungan telepon, dengan diperkeras suaranya oleh panitia.

Atbah menitip pesan kepada warga Sambas di Sintang supaya mendukung penuh Jarot Winarno sebagai Bupati Sintang dalam menjalankan pembangunan. Kemudian warga Sambas juga mesti berkontribusi penuh bagi kemajuan pembangunan Sintang, sesuai kemampuan yang dimiliki.

“Perlu masyarakat Sambas ketahui, bahwa Bupati Sintang, Pak Jarot adalah sosok seorang yang sangat baik sekali. Maka, mari kita dukung dan kompak dalam membangun Kabupaten Sintang di masa kepemimpinan Pak Jarot,” imbuh Atbah.

“Saya juga minta kepada warga Sambas yang ada di Sintang untuk jadilah masyarakat yang baik, jaga tali silaturhami antarsesama dan jalin kekompakan serta keakraban, karena saya yakin karakter warga Sambas adalah karakter orang yang baik yang mampu menjaga dan menjalin hubungan silaturahmi dimanapun dia berada,” tambahnya.

Kemudian, Atbah mengingatkan kepada seluruh warga Sambas yang berat di Sintang untuk tidak lupa akan kampung halaman. “Jangan lupa dengan kampung halaman kita,” katanya.

Atbah juga mengaku menyesal tidak dapat hadir ditengah kegiatan halal bihalal warga pantai utara di Sintang.

Ia tidak bisa hadir karena sedang menghadiri suatu kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. “Saya ingin sekali hadir ditengah-tengah masyarakat saya yang saat in ada di Sintang. Saya ucapkan selamat hari raya Idulfitri mohon maaf lahir dan batin. I love you all,” kata Atbah.  

Sementara saat halal bihalal berlangsung terlihat canda, tawa serta salam rindu yang terlontarkan pada keluarga besar pantai utara saat berkumpul dikegiatan halal bihalal. Selain berkumpul dalam mempererat silaturhami, melepas salam rindu sesama warga pantai utara yang ada di Sintang ini, suasana Kabupaten Sambas juga terasa erat di halaman Pondok Sake. Pasalnya, seluruh warga pantai utara yang ada di Kabupaten Sintang dengan sesama menyapa satu sama lain dengan bahasa daerah asli Kabupaten Sambas.

Ketua Umum IKBPU Sintang, Helmi mengatakan, warga pantai utara yang terdiri dari Kabupaten Sambas, Singkawang dan Bekayang yang saat ini berdomisili di Kabupaten Sintang kurang lebih 1.776 KK. Jika dalam satu KK dikalikan 5, maka jumlah warga pantai utara, sekitar 5 ribu jiwa. “Artinya ada 2,49 persen warga pantai utara yang ada di Sintang dari total jumlah penduduk Sintang,” kata Helmi.

Dia menyampaikan, bahwa IKBPU merupakan organisasi resmi yang mana telah terdaftar di Kesbangpol Sintang pada April 2012 silam. “Selain organisasi kemsyarakatan, IKBPU juga menggelar agenda arisan dan mendirikan koperasi khusus warga yang tergabung dalam IKBPU Sintang, serta menghidupkan budaya zikir nazam.

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyambut baik kegiatan silaturahmi dengan agenda halal bihalal IKBPU Sintang. Hanya saja, dia berpesan kepada seluruh warga yang tergabung dalam IKBPU Sintang untuk selalu menjaga budaya daerahnya masing-masing meskipun berada di wilayah perantauan. Sebab, budaya Sambas, bukan budaya asing akan tetapi budaya daerah yang patut dijaga kelestariannya  dimanapun  berada. “Mari sama-sama kita jaga wirisan nenek moyang kita, sebagai tali dalam mempererat silaturahmi kepada seluruh masyarakat,” harapnya.

Menurut Jarot, Sambas tidaklah begitu asing lagi bagi dirinya. Sebab, sebelum menjabat sebagai Bupati Sintang, ia kerap berkeliling ke berbagai kecamatan untuk mengunjungi Puskesmas di Sambas. “Jadi bagi saya Sambas tidak asing lagi, baik kultur budaya, dan masyarakatnya,” katanya.

Jarot sendiri mulai membangun silaturahmi dengan warga Sambas sejak 1986, ketika bertugas sebagai dokter di Ketungau. Dimana ramai orang Sambas datang berobat kepadanya, yang kebanyakan merupakan pekerja di bidang usaha perkayuan. Maka dari itu, bupati berharap kegiatan halal bihalal IKBPU di Sintang, bisa menjadi agenda rutin tahunan sehingga tali silaturahmi warga pantai utara tidak putus begitu saja.(stm/ser)

Berita Terkait