Atbah Kejar Pembangunan Infrastruktur

Atbah Kejar Pembangunan Infrastruktur

  Kamis, 20 April 2017 09:30
SILATURAHMI: Bupati Sambas Atbah Romin (tengah) saat berkunjung ke dapur redaksi Pontianak Post, Rabu (19/4). SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK— Bupati Sambas Atbah Romin mengeaskan bahwa pembangunan yang akan dikejar yakni dari sisi infrastruktur, khususnya akses jalan. Ini dilakukan karena melihat akses jalan di Sambas yang masih jauh dari kata baik.

Hanya saja ketersediaan anggaran menjadi hambatan. Menurutnya dengan dana APBD yang terbatas maka akan kesulitan membangun akses jalan di seluruh Kabupaten Sambas. 

“APBD tidak akan bisa mengakomodir semuanya. Jadi butuh kerja keras, karena dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Jika memang dipaksakan maka akan membutuhkan waktu yang panjang. Belum lagi dengan perbaikan dan dana yang ada itu digunakan untuk pembangunan,” ujar dia. 

Hal itu diungkapkannnya saat berkunjung ke dapur redaksi Pontianak Post, Rabu (19/4). Dalam kunjungan itu, Atbah menyampaikan program pembangunan di Kabupaten Sambas.

Ini adalah kunjungan pertama Atbah setelah dilantik sebagai Bupati Sambas. Berbagai persoalan menjadi diskusi. Termasuk program pembangunan yang akan dijalankan di Kabupaten Sambas.

Atbah melanjutkan, pembangunan infrastruktur jalan yang layak menjadi kebutuhan penting. Karena ini berefek pada roda perekonomian. Masyarakat akan lebih mudah membawa hasil pertanian. 

Belum lagi, ini akan berdampak pada sektor pendidikan. Sebab masih banyak daerah tempat tinggal siswa yang jauh dari sekolah. Hal ini juga yang membuat semangat pendidikan mengendur. “Jadi ini berpengaruh pada semua sektor. Makanya kami fokus untuk pembangunan infrastruktur. Jika baik maka bisa mendukung semangat anak-anak untuk sekolah,” ujar dia.

Sektor lain yang menjadi perhatian yakni pendidikan. Menurutnya pengembangan sektor pendidikan guna melahirkan anak-anak yang cerdas. Dengan cara ini maka diharapkannya tidak ada lagi anak yang putus sekolah. 

“Kami memberikan beasiswa dari SD hingga perguruan tinggi,” pungkasnya. (mse)

Berita Terkait