Atasi Listrik dengan PLTA dan PLTS

Atasi Listrik dengan PLTA dan PLTS

  Rabu, 11 May 2016 10:18
PLTA: Contoh pembangkit listrik tenaga air di salah satu desa di Kalimantan. Banyaknya potensi alam yang mendukung untuk pembangunan PLTA di Kapuas Hulu hendaknya mampu mengatasi persoalan kelistrikan di kabupaten ini. WWW.BORNEONEWS.CO.ID

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Sebagian besar kawasan di Kabupaten Kapuas Hulu imi belum teraliri listrik, terutama desa yang berada di daerah pedalaman. Salah satu solusi yang diprogramkan pemerintah daerah adalah penyediaan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) atau pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH)  dan pembangkis listrik tenaga surya (PLTS). Tiga potensi ini cukup besar dan memungkinkan dikembangkan.

Masih terbatasanya listrik di daerah ini pun diakui Bupati Kapuas Hulu AM Nasir. Dia tak memungkiri jika listrik masih menjadi masalah serius. Tak hanya di Kapuas Hulu, bahkan diakui dia, secara nasional. Untuk mengatasi permasalahan listrik tersebut, menurutnya, pemerintah telah berupaya memanfaatkan potensi yang ada, yakni PLTA, PLTS, dan PLTMH. Apalagi, diungkapkan dia bagaimana potensi sumber pembangkit ketiganya di Kapuas Hulu sangat besar dan memungkinkan untuk dikembangkan.

"Presiden sudah menyatakannya, Beliau minta kepada daerah, kalau ada potensi listrik perlu digali. Nah, permintaan Presiden ini akan kami tindak lanjuti," kata Bupati, Selasa (10/5). Dipastikan dia juga jika pemerintah setempat sudah merencanakan solusi untuk permasalahan listrik di Bumi Uncak Kapuas. Beberapa waktu lalu, diungkapkan Bupati, bagaimana dari pihak ketiga sudah melakukan kajian mengenai potensi PLTA dengan sumber air di Nanga Raun. 

Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini mengatakan, pemerintahannya saat ini sedang mengupayakan berbagai hal tersebut. Sebab, dia memprediksi, setidaknya dibutuhkan dana Rp300 miliar untuk biaya pembangunannya. 

“Kami lagi berusaha untuk merealisasikan ini, karena ini sesuai dengan amanat Presiden," ujarnya. Jika pembangunan PLTA bisa selesai dalam 2 tahun, dia yakin keluhan masyarakat akan permasalahan listrik akan berkurang.

"Kita sadar listrik kebutuhan pokok. Semoga ini terealisasi karena hanya ini solusinya," harap Bupati dua periode ini. 

Dia mengungkapkan, selama 5 tahun periode pertama kepemimpinannya di Kapuas Hulu, listrik sudah menjadi perhatian utama mereka. Pemerintah Kapuas Hulu pun, dipastikan dia, telah berupaya menginventarisir kawasan mana saja yang bisa dibangun pembangkit listik dan merealisasikannya sesuai kemampuan.

Disebutkannya, ada realisasi PLTMH di kawasan Kereho, Mata Lunai, Kecamatan Putussibau Selatan. Ada juga di beberapa tempat lainnya, yang menurut Nasir, memiliki potensi serupa. 

Dikatakan dia, hampir semua desa di Kapuas Hulu sudah ada Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD). Pembangkit-pembangkit tersebut, menurut dia, merupakan bantuan dari program PNPM. “Sayangnya generator PLTD itu sudah banyak tidak berfungsi lagi, sehingga kebutuhan listrik desanya tak mampu terpenuhi lagi,” kata dia.

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa pemerintah berusaha mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Mereka berupaya memanfaatkan potensi PLTA, PLTMH, dan PLTS. “Ada juga menggunakan PLTS," jelasnya. 

Dia yakin, jika potensi tersebut dikelola dengan baik, tentu masalah listrik di desa bisa teratasi. Hanya saja, yang menjadi persoalan, diakui dia, adalah masalah kawasan lindung dan anggaran yang terbatas.(aan)

Berita Terkait