Asyiknya Berjualan di Kendaraan

Asyiknya Berjualan di Kendaraan

  Senin, 30 November 2015 09:27
MOBIL TOKO: Mengubah mobil pribadi menjadi tempat usaha untuk berjualan kian dilirik masyarakat. Peluang usaha mobil toko banyak ditemui dibeberapa ruas jalan dengan menawarkan berbagai produk dagangan. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Anda pasti banyak melihat pedagang buah-buahan yang menjual dagangannya menggunakan bak mobil terbuka? Atau menjual kaos dengan berbagai motif menggunakan sepeda motor roda tiga? Banyak yang sudah melakoni usaah seperti ini. Biaya operasional yang minim, tetapi keuntungan yang diperoleh tetap sama.

SALAH satu pedagang itu, Dian Kurnia Sofian. Menggunakan mobil berwarna biru dia membawa barang dagangannya ke lokasi keramaian. Lokasi yang dituju parkir Stadion Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak.

Maklum setiap pekan kawasan ini dipadati berbagai lapisan masyarakat. Ada yang sekadar berkeliling sembari berjalan kaki atau lari. Ada juga yang ikut senam atau hanya bersantai bersama keluarga. Mereka adalah sasaran para pedagang yang berjualan di sana.

Tidak hanya Dian yang memanfaatkan peluang. Ada juga pedagang lain dengan melakukan cara yang sama. Apakah itu pakaian, asesoris, obat-obatan, keperluan rumah tangga, kartu telepon seluler, makanan dan berbagai jenis dagangan lainnya.

Dian menyebutkan rutinitas ini sudah dilakukan sejak empat tahun lalu. Kala itu pedagang belum ramai, sehingga persaingan harga tidak terlalu ketat. Sebagian besar barang dagangan milik Dian adalah pakaian khusus perempuan.Harga yang ditawarkan bervariatif. Dari termurah Rp20 ribu hingga Rp250 ribu. Pada dasarnya, wanita berusia 32 ini memiliki tempat khusus untuk memajang barang dagangannya.

Cara ini dilakukannya hanya untuk memanfaatkan peluang. Bayangkan saja dalam sehari omset yang diperoleh mencapai Rp3 juta. Omset ini dianggap besar jika berjualan di toko.“Kalau di toko yang datang itu kemungkinan besar hanya langganan saja. Jika di sini siapa saja bisa mampir dan tidak harus sungkan-sungkan untuk bertanya harga-harga barang,” jelas Dian, saat ditemui wartawan koran ini.

Selain itupun Dian tidak harus kerepotan membawa barang dagangannya. Berbeda jika dia harus menggunakan stand khusus. Bongkar pasang stand memakan waktu yang cukup lama. Belum lagi tenda yang digunakan sebagai pelindung.Sebaliknya jika menggunakan mobil, wanita yang tinggal di Jalan Adisucipto tidak harus repot bongkar pasang. Begitu selesai berjualan, tinggal mengemas barang dagangan dan memasukkannya ke dalam mobil.

“Repotnya hanya ketika mengemaskan barang-barang saja. Jadi saya tidak harus bongkar pasang lagi,” kata dia.Meski berjualan menggunakan mobil sendiri. Dia juga memiliki tempat khusus untuk berjualan, yakni di Jalan Tanjungraya II Komplek Ruko Royal Mansion. Butik Sofia namanya.Selain Dian, ada juga Entin Kartika yang melakukan hal yang sama. Sudah tiga tahun pemilik Indavi’s Shop ini berjualan menggunakan mobil. Memanfaatkan peluang di tempat keramaian menjadi salah satu alasannya berjualan menggunakan mobil. Maklum, kawasan stadion kerap dipadati pengunjung bila akhir pekan.

Menurut wanita yang kerap disapa Intan, omset yang diperoleh ketika berjualan berkisar antara Rp800 hingga Rp1 juta. Padahal rentang waktu berjualan tidak lama. Omset yang diterima berbeda ketika berjualan di toko miliknya Jalan Daranante.  “Saya biasanya turun habis salat subuh. Menjelang pukul 09.00 sudah berkemas-kemas untuk pulang. Karena pakai mobil, jadi tidak repot untuk bongkar pasang,” ungkapnya.(Ramses L Tobing)- sumber Pontianak Post
 

Berita Terkait